Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menurunkan 24 petugas teknis kesehatan hewan. Mereka melakukan pemeriksaan postmortem di lokasi pemotongan hewan kurban di sejumlah titik.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Masjid Nurul Iman di Jalan Pelita menjadi salah satu titik lokasi pemotongan hewan kurban yang menjadi perhatian. Selain melakukan penyembelihan hewan kurban dengan jumlah cukup banyak, di lokasi ini pula bantuan sapi kurban pemberian Presiden RI Joko Widodo dilakukan pemotongan dan dibagikan.
”Tahun ini ada 16 ekor sapi, termasuk pemberian Presiden dan lima ekor kambing yang dilakukan pemotongan kurban selesai hari ini. Kami melibatkan 60 petugas pemotongan hewan daging kurban. Kami juga sudah membagikan 2.000 kupon yang tersebar di 14 RT wilayah MB Ketapang,” kata Juliansyah Imam Masjid Nurul Iman kepada Radar Sampit.
Jumlah hewan kurban tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 21 ekor sapi dan 9 ekor kambing.
”Tahun ini ada penurunan dibandingkan tahun lalu. Dari 16 ekor tahun ini, ada 14 ekornya itu hasil urunan dari masyarakat setempat. Daging kurban yang kami bagikan seberat 500 gram ditambah 500 gram tulangannya,” ujarnya.
Sapi pemberian presiden berbobot 1.010 kg dengan umur kurang lebih 4 tahun tersebut juga dilakukan pengawasan langsung oleh Pengawas Bibit Ternak Ahli Madya Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kalteng Togar S Parulian bersama dokter hewan Herman Susilo.
”Kedatangan kami ke Kotim khusus mengawal dan mengawasi proses pemotongan sapi kurban dari Presiden Joko Widodo. Untuk pengawasan pemotongan kurban dari provinsi, dipercayakan ke instansi terkait di masing-masing kabupaten,” kata Togar, Senin (17/6).
Sementara itu, hasil pemeriksaan daging yang dilakukan Herman dinyatakan aman dan layak konsumsi. ”Hati, paru, jantung sudah dibelah dan diperiksa dan sebelumnya juga diperiksa di lab kesehatan. Hasilnya layak kurban dan layak konsumsi,” ujarnya.
Setiap tahun perayaan Iduladha, Presiden RI Joko Widodo tak pernah absen berbagi kurban ke 38 provinsi di Indonesia. “Kotim sudah dua kali berturut-turut mendapatkan jatah sapi kurban dari Presiden RI. Tahun lalu dan tahun ini, Pak Gubernur telah menginstruksikan sapi kurban dari Presiden RI untuk masyarakat Kotim,” katanya.
Seluruh hewan kurban yang dilakukan pemotongan telah melalui proses pemeriksaan berlapis yang dimulai dengan melakukan pendataan dan pengecekan fisik hewan yang didatangkan dari Jawa ke lokasi pengepul atau penampungan penjualan hewan kurban.
Kemudian, dilanjutkan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan hewan kurban sebelum dilakukan pemotongan.
Dari hasil pemeriksaan antemortem, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim mendata jumlah keseluruhan hewan kurban yang masuk Kotim sebanyak 2.553 ekor sapi, 899 ekor kambing dan 13 ekor domba.
Pemeriksaan antemortem telah dilakukan sepekan menjelang Iduladha 1445 Hijriah di 12 kecamatan di Kotim. Sebaran hewan kurban terbanyak berada di Kecamatan MB Ketapang sebanyak 1.361 ekor sapi, 702 ekor kambing, dan 4 ekor domba. Dan, di Kecamatan Baamang sebanyak 356 ekor sapi, 100 ekor kambing yang dijual oleh tujuh pedagang.
“Hewan kurban yang didatangkan sebagian besar dari Madura, Sulawesi dan Jawa Timur. Ada juga sapi dan kambing yang dilakukan penggemukan oleh peternak lokal jumlahnya tidak banyak, kurang dari 10 persen,” kata Endrayatno, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim saat mendampingi pejabat dari provinsi Kalteng mengecek pemotongan daging kurban di Masjid Nurul Iman.








