Murid SD Wijaya Kusuma PT Musirawas Citraharpindo Ukir Prestasi di Ajang FLS2N Kalteng

Raih Juarai 1 Cabang Seni Tari Kreasi Tradisional

TARI JAGA TANA
Tiga murid SD Wijaya Kusuma PT Musirawas saat menampilkan seni tari kreasi tradisional dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, 19 Juni 2024.

SAMPIT – Siswa SD Wijaya Kusuma PT Musirawas Citraharpindo Kabupaten Seruyan kembali  menoreh prestasi  membanggakan di ajang Festival  dan Lomba Seni Siswa Nasional  (FLS2N) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada cabang seni tari kreasi tradisional. Event ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah  di Hotel Putra Kahayan Palangka Raya pada tanggal 19 Juni sampai dengan 5 Juli 2024.

Tim tari kreasi tradisional SD Wijaya Kusuma terdiri dari Muhammad Rifal (Kelas 4b),  Zaki Aufa Ihsan (Kelas 4b), Keanu Gilang Farid Nasrodi (Kelas 3a), serta pelatih Adlyanto, S.Sn berhasil meraih  juara 1 tingkat Kalimantan Tengah. Tim ini nantinya akan  mewakili Kalimantan Tengah ke tahap semifinal di tingkat Nasional.

”Sebelumnya, prestasi yang sama juga pernah diraih pada ajang FLS2N pada tahun 2022. Sedangkan pada tahun 2023 tim tari kreasi SD Wijaya Kusuma dapat predikat juara 3 di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah,” kata Syahril Mubarak, Kepala SD Wijaya Kusuma PT Musirawas Citraharpindo.

Pada tahap semifinal FLS2N tingkat Nasional tahun ini, tim tari kreasi tradisional SD Wijaya Kusuma PT. Musirawas akan  bersaing dengan  perwakilan peserta  dari 38 provinsi serta beberapa sekolah  Indonesia yang berada di luar Negeri.

Baca Juga :  Pemkab Kotim Akan Bagikan 10.000 Bendera

Adapun nama tarian yang disajikan oleh tim tari kreasi tradisional SD Wijaya Kusuma PT. Musirawas Citraharpindo adalah tarian Jaga Tana yang dalam Bahasa Indonesia berarti Jaga Sawah. Tarian ini menceritakan aktivitas  kehidupan sehari -hari   anak-anak di Desa Asam Baru, Kabupaten Seruyan, yang senantiasa membantu orang tuanya untuk menjaga sawahnya agar bebas dari hama burung.

Proses latihan anak-anak dilaksanakan kurang lebih selama lima bulan, dimulai dari seleksi minat bakat di internal sekolah sampai dengan  terbentuknya tim tari kreasi yang akan disiapkan untuk berkompetisi pada ajang FLS2N.

Untuk mempersiapkan semifinal  di tingkat Nasional sesuai arahan dari pelatih tari, anak-anak  tetap berlatih dan mengevaluasi kembali tarian berdasarkan masukan dari dewan juri di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.



Pos terkait