Nasib Guru Mesum Tergantung Ketegasan Bupati Kotim

ilustrasi pencabulan
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Nasib oknum guru kontrak yang melakukan tindakan asusila di SMP Kecamatan Kotabesi masih menunggu keputusan Bupati Kotim Halikinnor. Kariernya sebagai tenaga pendidik dipastikan bakal hancur akibat ulahnya yang mencoreng dunia pendidikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Susiawati mengatakan, pihaknya telah memanggil kepala sekolah yang bersangkutan, tempat oknum guru tersebut bertugas.

Bacaan Lainnya

”Kepala sekolah sudah kami minta datang untuk mendengar laporan secara langsung. Saya sudah konfirmasi terkait kejadian tersebut dan membenarkan oknum guru yang bersangkutan melakukan tindakan asusila,” kata Susiawati, Selasa (13/12).

Menurutnya, langkah pihaknya menindaklanjuti masalah itu untuk memberikan perlindungan kepada seluruh peserta didik. Terutama korban dengan memberikan rasa aman dan nyaman selama mengikuti pembelajaran.

”Atas berbagai pertimbangan dan dampaknya ke depan, kami mengusulkan secara tegas agar oknum guru kontrak yang bersangkutan dijatuhi sanksi dengan cara diberhentikan atau pemutusan kontrak kerja,” katanya.

Baca Juga :  Tensi Tinggi, Bupati Tetap Ikuti Vaksinasi

Susiawati mengungkapkan, masa kontrak guru yang bersangkutan berakhir 31 Desember 2022. Namun, dia belum bisa memutuskan apakah pemutusan kontrak dilakukan segera atau menunggu masa kontraknya habis.

”Kapan waktu pemberhentian atau pemutusan kontraknya, kami masih menunggu putusan pimpinan lebih lanjut. Hal tersebut kewenangan pejabat pembina kepegawaian daerah, dalam hal ini Bupati Kotim. Laporan tertulis segera kami sampaikan ke Bapak Bupati Kotim dan BKPSDM Kotim,” ujarnya.

Seperti diberitakan, oknum guru berusia 25 tahun yang diduga melakukan pelecehan terhadap siswinya itu dilakukan melalui panggilan video. Korban diminta bugil dan memperlihatkan bagian tubuh terlarangnya. Alasannya untuk perbaikan nilai. Korbannya disebut-sebut lebih dari satu orang.

Pos terkait