NGERI!!! Gelombang Pasang 1,8 Meter Terjang Kumai, Porak-poranda Diamuk Ganasnya Cuaca

Badai dan gelombang tinggi menerjang pesisir terpadu Desa Kubu
BANJIR ROB: Siklon Tropis Nyatoh menerjang Kumai dan pesisir Pantai Kumai, Selasa (7/12) pukul 18.30 WIB. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

”Curah hujan dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang dan gelombang tinggi, menyebabkan akses jalan utama, rumah, dan perahu nelayan setempat mengalami kerusakan,” ujarnya, Rabu (8/12).

Martologi menuturkan, setelah badai, akses jalan dipenuhi sampah dan tumbangan pohon. Delapan unit rumah rusak di Keraya. Di Desa Teluk Bogam, selain rumah, perahu juga rusak, sementara di Desa Kubu, sebuah  rumah atapnya rusak terbawa angin.

Bacaan Lainnya

Dia merinci, di Kelurahan Kumai Hulu terdapat dua RT yang terdampak banjir rob, yaitu RT 12 dan 17, Desa Kubu di RT 01, 02, 03, 04, 06, 07, 08, dan 09. Kemudian, Teluk Bogam ada lima RT, serta beberapa RT di Desa Sebuai.

”Kami mengalami kendala komunikasi dan akses jalan menuju lokasi yang dipenuhi sampah dan tumbangan pohon,” ujarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun Aqil Ikhsan mengatakan, fenomena alam yang terjadi di pesisir Pantai Kumai dan ibu kota kecamatan akibat efek Siklon Tropis Nyatoh.

Baca Juga :  WASPADA!!! Bencana Ini Mengintai Warga Katingan

Menurutnya, Siklon Tropis Nyatoh (994 hPa) terpantau di Laut Filipina dan sejak semalam bergerak menjauh dari wilayah Indonesia. Pergerakannya memberikan dampak pada ketinggian gelombang di Perairan Sangihe, Kepulauan Talaud Halmahera Utara, dan Papua.

Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat daya, barat laut, dan kecepatan angin mencapai 8 sampai 30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Kalimantan.

”Desember ini cuaca terbilang ekstrem. Ditambah banyak gangguan atmosfer, la nina, dan efek tidak langsung dari Siklon Tropis Nyatoh,” pungkasnya.

Pos terkait