PARAH!!! Bendungan Jebol, Proyek Digarap Asal-asalan, Diusut Kejari, Kembalikan Rp750 Juta

penyitaan barang bukti korupsi
DISITA: Kejaksaan Negeri Lamandau menyita uang sebesar Rp754.324.000, Selasa (28/11). (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK, radarsampit.com – Proyek peningkatan fasilitas sarana air bersih (SAB) nonstandar perpipaan di Satuan Permukiman Transmigrasi Desa Kahingai, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, disinyalir menyimpang. Setelah kejaksaan turun tangan mengusut dugaan korupsi itu, sejumlah pihak akhirnya mengembalikan sejumlah uang.

Kejaksaan Negeri Lamandau menyita uang sebesar Rp754.324.000 pada Selasa (28/11). Uang tersebut diperoleh dari pengembalian oleh GJL (CV KKI selaku kontraktor pelaksana) sebesar Rp714.340.000 dan  AY (CV IGC selalu konsultan pengawas) sebesar Rp39.984.000.

Bacaan Lainnya

”Pengembalian ini atas inisiatif mereka masing-masing. Mereka kembalikan dengan melakukan perhitungannya sendiri bersama para pihak terkait, dipotong uang jaminan pemeliharaan dan denda yang sudah dibayarkan,” kata Kajari Lamandau melalui Plh Kasi Pidsus Yudo Adiananto.

Penyitaan dilakukan karena patut diduga uang tersebut merupakan barang bukti yang diperoleh dari hasil kejahatan.

”Kerugian negara masih dalam perhitungan auditor yang ditunjuk jaksa penyidik, karena tidak dapat difungsikannya bendungan tersebut, sehingga tidak ada manfaat yang didapat masyarakat, khususnya di Desa Kahingai. Proyek yang dikerjakan asal-asalan dan sudah jebol,” katanya.

Baca Juga :  Berkas Dugaan Korupsi Desa Dadahub Dinyatakan Lengkap

Namun, lanjutnya, yang menjadi catatan, pengembalian atau penyitaan uang yang dilakukan tersebut bukan berarti menghentikan proses hukum yang sudah berjalan. Akan tetapi, akan menjadi bahan pertimbangan, baik tim maupun pimpinan untuk penjatuhan sanksi kepada para pihak yang terlibat.

Kejari Lamandau sebelumnya melakukan penyelidikan dugaan kasus korupsi di daerah transmigrasi Desa Kahingai, Kecamatan Belantikan Raya. Diperkirakan dalam waktu dekat pihaknya akan segera menetapkan tersangka.

Pos terkait