Parimus Siap Berjuang Bersama Masyarakat Adat

parimus
Parimus

SAMPIT, radarsampit.com – Salah satu persoalan yang krusial mendapatkan perhatian penanganan di beberapa wilayah di Kotim ini yakni konflik lahan antara masyarakat adat dengan dunia investasi. Parimus menilai formulasi penyelesaian yang mana posisi masyarakat ini harus diperkuat dengan adanya hak ulayat dan hak masyarakat adat yang dituangkan melalui undang-undang.

“Salah satu konsentrasi saya kedepannya bagaimana hak-hak masyarakat adat ini bisa diakui dan dituangkan dalam sebuah regulasi. Tentunya ini harus ada komitmen kuat untuk memperjuangkan hingga ke tingkat nasional sehingga perlindungan terhadap ulayat dan adat  itu betul-betul nyata,” kata Parimus.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sebagian besar komunitas masyarakat adat menjadi miskin dan tertindas karena ketimpangan penguasaan sumber-sumber kehidupan. Tanah mereka dijadikan perkebunan sawit, pertambangan, izin-izin konsesi. Tidak sedikit komunitas masyarakat adat terlibat konflik dengan perusahaan besar.

Parimus mengaku sudah menjelajahi wilayah Kotim hingga ke pelosok, terutama untuk desa-desa yang tengah berkonflik.  Menurutnya, persoalan yang belakangan ini marak terjadi sering terabaikan. Mulai dari pemortalan jalan perusahaan hingga aksi panen massal di lahan sengketa.

“Padahal hukum adat itu jauh sebelum negara ini ada sudah ada dan itulah yang selama ini  menjadi patokan dan rambu masyarakat adat tetapi sayangnya kehadiran investasi sebagian justru mengabaikan hak masyarakat adat ini,” tegas dia.

“Kedepannya memang sudah  seharusnya sama sama berjuang  untuk  masyarakat adat dalam kenyataan , bukan menjadi pihak yang menindas masyarakat adat,” kata dia.

Di banyak tempat, masyarakat adat yang mempertahankan wilayah kehidupannya justru dikriminalisasi. Mereka terpaksa mengikuti proses hukum di pengadilan negara dan tidak jarang mereka akhirnya harus mendekam di penjara.  Bagi Parimus, ini menjadi persoalan serius.

parimus

Sosok Yang Dekat Dengan Konstituen

Parimus yang merupakan politikus ternama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali terjun dalam pemilihan anggota legislatif tahun 2024. Peraih suara terbanyak  di pada Pileg 2019 ini  akan bertarung di daerah pemilihan Kotim IV, yakni Telawang, Kotabesi, Cempaga, dan Cempaga Hulu.

PDIP memberikan karpet merah dan menempatkan Parimus di nomor urut dua di dapil tersebut. Nama Parimus memang tidak asing di berbagai lapisan masyarakat. Rekam jejaknya di masyarakat cenderung bernilai positif. Dia mengawali titian karirnya mulai dari tingkat bawah, dia terpilih sebagai  Kepala Desa Sebabi yang mana kala itu masih menginduk ke Kecamatan Kotabesi.

Sebagai kades di era tahun 2000-an, bukan mudah membangun wilayah yang saat itu dipandang sebelah mata. Sukses dan teruji  sebagai kepala desa hingga akhirnya dia berlabuh ke partai politik kala itu tahun 2004. Dia mencalonkan diri melalui Partai Golkar, saat itupun Parimus sudah mampu mengantongi 4000 lebih suara. Sayangnya sistem saat itu tidak berpihak kepadanya meskipun sebagai suara terbanyak. Tidak patah arang, dia kembali bertarung di tahun 2009 dan akhirnya sukses lolos ke parlemen.

Parimus hampir satu dekade memimpin Partai Demokrat, hingga akhirnya ke PDI Perjuangan yang menaunginya. Dia sukses menghantarkan partai sebelumnya menjadi pimpinan di DPRD setempat.

Perpindahan Parimus ke PDI Perjuangan mengejutkan publik. Secara otomatis dia memboyong gerbong  para pendukungnya yang kini akan memenangkannya di kontestasi kali ini.

Pria penyuka olahraga volly ball dan dayung ini dikenal visioner dan berkomitmen tinggi. Kecamatan Telawang yang berkembang pesat saat ini tidak lepas dari perjuangan politiknya. Bahkan Telawang salah satu kecamatan baru yang roda ekonominya mengalahkan kecamatan induk.

Pos terkait