Pedagang Pasar Kahayan Merugi

Berangsur Normal Setelah Banjir Surut

Suasana Pasar Kahayan yang sebelumnya tidak bisa dijadikan tempat berjualan lantaran tergenang air, dua hari terakhir sudah kembali normal dan tampak pedagang berjualan kembali.(dodi/radarpalangka)

PALANGKA RAYA – Sempat beberapa hari tergenang lupasan Sungai Kahayan, kini pusat perbelanjaan tradisional Pasar Kahayan kembali diramaikan pedagang dan pembeli. Meskipun masih ada pula pedagang yang belum membuka lapak dagangannya.

Beberapa pedagang mengakui, dampak banjir itu menimbulkan kerugian sosial tetapi juga materil. Banyak dagangan mereka yang rusak terendam air hingga membuat kerugian jutaan rupiah. Kalangan pedagang berharap pemerintah bisa memberikan solusi terbaik bagi mereka. Salah satunya memberikan stimulus penambah modal dagangan.

Pantauan Radar Sampit, Senin (22/11), sebagian besar pedagang berjualan dan membuka lapak jualan.  Seperti penjual obat-obatan tradisional, yang sebelumnya menutup dagangan karena banjir, saat ini sudah berjejer kembali memasarkan dagangnya.

Terlihat juga, sejumlah pedagang ayam, bahan pangan, pecah belah hingga pedagang ikan sibuk melayani pembeli, meskipun masih sedikit masyarakat berbelanja di lokasi tersebut.

Salah satu pedagang, Anwar mengatakan, banyak dagangannya rusak. Jika ditotalkan mencapai seperempat dagangan,  hingga kerugian jutaan rupiah menimpanya.

“Seminggu tidak berjualan, kerugian jutaan rupiah dialami. Ini saja baru dua hari berjualan setelah sebelumnya membersihkan lapak. Banyak yang rusak karena tidak sempat diangkut,” ujar pria yang mengaku sudah puluhan tahun berdagang, dan baru kali ini terkena dampak banjir besar.

Anwar berharap,  kejadian serupa tidak terulang lagi. Menurutnya pemerintah harus komitmen menjaga lingkungan dan bergerak cepat, sehingga dampak besar banjir bagi ribuan warga tidak kembali dirasakan.

”Semoga tidak terulang lagi. Jujur saya puluhan tahun berjualan tidak pernah mengalami banjir seperti ini.Maka itu semoga cukup kali ini saja,” cetusnya.

Pedagang lainnya Sariman turut mengatakan dan merasa patut bersyukur dengan kondisi sekarang setelah beberapa hari tidak berjualan,  lantaran tingginya debit air Sungai Kahayan hingga merendam pasar tersebut.

“Alhamdulilah sudah normal, dua hari ini sudah berjualan karena air sudah tidak mengenai Pasar Kahayan. Kemarin, sempat beberapa hari tidak berjualan,” ungkapnya.

Sariman menambahkan, meski tak banyak mengalami kerugian, ia berharap kejadian maupun banjir besar tidak terulang kembali. Terlebih sampai mengenai Pasar Kahayan hingga menyulitkan masyarakat dan pedagang.

Pos terkait