KLB Rabies di Barsel Meluas Hingga 6 Kecamatan

rabies
DIDATANGI PETUGAS: Pemeriksaan hewan peliharaan, untuk mencegah penyebaran rabies, khususnya di Kalteng.

BUNTOK, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), melakukan 10 langkah dalam penangananKejadian Luar Biasa (KLB) rabies di wilayah setempat.

“Sepuluh langkah percepatan penanganan KLB rabies ini berdasarkan hasil rapat koordinasi yang kita laksanakan bersama instansi terkait,” kata penjabat Bupati Barito Selatan, Deddy Winarwan usai memimpin rapat tersebut, di ruang kerjanya, baru-baru tadi.

Bacaan Lainnya
Gowes

Ia menjelaskan, untuk langkah pertama, berdasarkan keputusan bupati yang sebelumnya satuan tugas penanganan KLB ini terbatas pada tiga kecamatan, akan diperluas menjadi enam kecamatan.”Hal itu dalam upaya mengantisipasi meluasnya kasus gigitan hewan peliharaan,” sebutnya.

Adapun langkah kedua lanjut dia, melakukan percepatan vaksinasi hewan peliharaan di enam kecamatan dengan melibatkan semua camat, kepala desa, puskesmas, puskesmas pembantu (Pustu), serta kader PKK, dan kader posyandu.

“Tentu saja ini, kita memberikan edukasi kepada masyarakat betapa pentingnya vaksinasi terhadap hewan peliharaan. Edukasi ini harus bersifat persuasif dengan pendekatan secara humanis agar masyarakat mau menerima imbauan serta mau hewan peliharaannya divaksinasi,” ucap Deddy.

Baca Juga :  Muncul Ledakan, Tugboat Surya 03 Terbakar di Sungai Barito

Dikatakannya, langkah ketiga, pihaknya melakukan percepatan vaksinasi terhadap pasien-pasien yang terkena gigitan hewan peliharaan, baik yang sudah positif rabies maupun yang suspek.”Berbicara tentang percepatan ini, berarti bukan bicara langkah biasa, akan tetapi langkah luar biasa tanpa terlalu banyak birokrasi,” tegasnya.

Menurut Deddy, begitu ada mendapatkan data dan informasi ada masyarakat yang terkena gigitan hewan peliharaan, agar aparat segera jemput bola mendatangi guna memberikan imbauan dan memberikan layanan kesehatan.

“Tidak perlu menunggu masyarakat melaporkan kepada aparat, akan tetapi aparat yang langsung jemput bola mendatangi masyarakat yang terkena gigitan anjing, kucing, kera atau monyet,” pintanya.

Dilanjutkannya, langkah ketiga pihaknya melakukan percepatan vaksinasi terhadap pasien-pasien yang terkena gigitan hewan peliharaan, baik yang sudah positif rabies maupun yang suspek.”Berbicara tentang percepatan ini, berarti bukan bicara langkah biasa, akan tetapi langkah luar biasa tanpa terlalu banyak birokrasi,” tegasnya.



Pos terkait