Pembangunan pabrik pengelolaan limbah medis di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi pertama dan satu-satunya yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Pabrik limbah medis yang berlokasi di kawasan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) itu menjadi pilihan investasi tepat dan menjanjikan yang berpotensi menghasilkan PAD di masa depan.
HENY, Sampit | radarsampit.com
Selama sepekan jalan masuk menuju titik lokasi lahan pembangunan pabrik pengelolaan sampah limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di kawasan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Jalan Jenderal Sudirman km 14, Sampit dilakukan perbaikan.
Sepanjang 1.300 meter dari muara Jalan Jenderal Sudirman KM 14 masuk menuju kawasan TPA, hanya 400 meter yang sudah diaspal pada tahun 2023 lalu sebesar Rp 1,8 miliar dan perencanaan Rp 200 juta yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Kalteng.
Rencananya, pada tahun 2024 ini, pengaspalan jalan dilanjutkan sepanjang 300 meter sebesar Rp2,5 Miliar melalui anggaran APBD Provinsi. Sehingga, 600 meter jalan menuju lokasi pabrik masih berupa tanah.
”Persiapan kami lakukan selama satu minggu. Ada penimbunan agregat sekitar 10 rit setelah jalan aspal, sisanya di grading diratakan sampai menuju titik lokasi (pabrik),” kata Mentana Dhinar Tistama, Kepala Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman saat ditemui Radar Sampit menanti kehadiran Bupati Kotim ditepian jalan.
Jalan masuk setidaknya cukup layak dilewati, meski ada satu titik jalan berlumpur dan rawan ambles, sehingga sejumlah kendaraan mobil tamu undangan dari kalangan pejabat mencari aman memarkirkan kendaraannya dan memilih berjalan kaki menuju lokasi titik lokasi peletakan batu pertama yang tak jauh dari lokasi parkir mobil.
Kondisi jalan masuk jauh lebih baik dibandingkan Selasa (9/1/2024) lalu, saat investor mengecek lokasi lahan. Ketika itu, jalan masuk tertutup sampah menggunung dan berlumpur.
Meski tiga zona titik gundukan sampah menggunung tak dapat diratakan, kondisinya jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Kedatangan Bupati Kotim Halikinnor tiba sekitar pukul 14.37 WIB. Kedatangannya sedikit terlambat setengah jam, karena dirinya baru saja tiba mendarat di Bandara Haji Asan Sampit, setelah melaksanakan pekerjaan dinas luar di Jakarta. Orang nomor satu di Kotim itu bersiap melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik pengelolaan limbas medis tersebut.
”Alhamdulillah apa yang selama ini kita tunggu-tunggu dan sangat kita harapkan yaitu pembangunan pabrik pengelolaan limbas medis B3 bisa terwujud yang diawali dengan peletakan batu pertama,” kata Halikinnor, Rabu (15/5/2024).
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Kotim Halikinnor didampingi PT Bumi Resik Nusantara Raya selaku investor, Pemkab Kotim melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Hapakat Betang Mandiri.
Sebagai informasi, sampah limbah medis tidak bisa sembarang dibuang karena mengandung B3, sehingga harus dikelola secara khusus agar tidak membahayakan manusia dan lingkungan.
”Selama ini limbah medis yang dihasilkan di RSUD dr Murjani Sampit dan beberapa rumah sakit dan puskesmas di Kotim harus di kirim ke Bogor dan Kaltim dengan pengiriman biaya yang tidak sedikit mencapai ratusan juta untuk sekali pengiriman,” katanya.
Halikinnor menyambut gembira dimulainya pembangunan pabrik pengelolaan limbah medis B3 di Kotim yang disebut-sebut sebagai pabrik limbah medis B3 kesebelas yang dibangun di Indonesia. Selain itu, jadi yang pertama di Kalteng.
Ked epannya, seluruh limbah medis dari rumah sakit dan puskesmas di Kotim dan seluruh kabupaten/kota se-Kalteng tidak perlu jauh mengirim hingga ke Jawa, karena dapat dikelola langsung dan diubah menjadi abu dan kemudian dipadatkan, yang dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan pembuatan paving blok.








