Pembelajaran Tatap Muka di Kotim Tetap Berjalan

Hingga saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk satuan pendidikan setingkat Taman Kanak-kanak (TK)
TALKSHOW: Kepala Disdik Kotim Suparmadi memberikan sambutan pada acara talkshow dengan para guru yang juga dihadiri oleh Bupati Kotim Halikinnor beberapa waktu lalu. (Dok. YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Hingga saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk satuan pendidikan setingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi menegaskan, tidak ada satuan pendidikan yang menghentikan aktivitas PTM, meskipun kasus positif Covid-19 kembali terdeteksi di Kotim. ”Kegiatan PTM masih berjalan seperti biasa, tidak ada yang dihentikan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

PTM terbatas yang diterapkan pada satuan pendidikan telah sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang menyesuaikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di masing-masing daerah.

Suparmadi menjelaskan, PTM terbatas bagi SD maupun SMP, dalam sekali pertemuan dibatasi sebanyak 50 persen dari total rombongan belajar (rombel). Sedangkan untuk pendidikan setingkat TK ataupun PAUD dibatasi setiap rombel hanya diikuti sebanyak 33 persen siswa.

Baca Juga :  Disdik Kota Ingatkan Guru dan Pelajar Agar Tak Perpanjang Libur Sekolah

Sementara untuk desa-desa di pelosok Kotim, ada yang melaksanakan PTM secara penuh, karena letak geografis desa-desa tersebut aman dari penyebaran Covid-19. Sedikitnya ada 42 desa di Kotim yang melaksanakan PTM penuh.  “Di desa yang masih zona hijau boleh saja melakukan PTM sepenuhnya,” tambahnya.

Untuk menerapkan PTM sepenuhnya, ada syarat lain yang harus dipenuhi. Salah satunya yakni vaksinasi peserta didik dan vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia) telah mencapai target.

Suparmadi menambahkan, capaian vaksinasi di 42 desa tersebut cukup tinggi, sehingga memenuhi kriteria untuk dapat melaksanakan PTM sepenuhnya.

PTM terbatas merupakan opsi terbaik untuk bisa mengatasi kekurangan dalam penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selama pandemi ini masih banyak pelaksanaan PJJ di banyak daerah yang belum optimal karena terkendala jaringan internet, ketersediaan gawai, hingga kemampuan pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan PJJ secara daring. (yn/yit)



Pos terkait