Pencurian Diduga Terencana, Empat Remaja Hanya Gasak Kotak Amal Kosong

MALING-KOTAK-AMAL
DICURI: Marbot Masjid Ar-Robbani Ahmad Marjuki menunjukkan letak dua kotak amal yang dicuri empat remaja. (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA, RadarSampit.com – Komplotan pencuri yang masih remaja menggasak kotak amal di Masjid Ar-Robbani Jalan Temanggung Tilung Palangka Raya. Aksi empat kawanan maling itu terekam kamera CCTV. Mereka gagal mendapatkan uang karena dua kotak amal yang dibawa kabur kosong.

Dalam rekaman CCTV, para pelaku berbagi tugas. Dua pelaku beraksi dan dua lainnya menunggu di sepeda motor. Bak seorang ninja, pelaku bersembunyi menghindari pengawasan saat melakukan aksi kejahatannya. Peristiwa itu terjadi sebelum salat Jumat (6/5), pekan lalu dan baru diketahui beberapa hari kemudian.

Bacaan Lainnya

Pelaku terlihat mengendap-endap dan tiarap sebelum mengembat dua kotak amal dari kayu. Benda itu berada tepat di depan masjid. Diduga aksi itu sudah direncanakan. Berdasarkan keterangan pengelola masjid, kotak amal itu tidak ada uangnya, sehingga para maling tersebut hanya membawa kotak kosong.

Baca Juga :  Awas!!! Maling Motor Kembali Beraksi, Ditinggal Sebentar, Motor Bisa Dicuri

Meski tak dilaporkan ke polisi, kejadian itu membuat pengelola masjid meningkatkan pengawasan. Apalagi aksi pencurian sudah kerap terjadi. Terlebih saat sebelum masjid itu dibangun pagar dan dipasangi kamera CCTV.

”Pelakunya empat orang menggunakan dua motor. Dua pelaku beraksi mencuri dan dua lainnya menunggu di sepeda motor di samping masjid,” kata marbot masjid Ahmad Marjuki, Jumat (13/5).

Marjuki menuturkan, dua kotak amal itu tidak ada uangnya lantaran sebelum kejadian, uang dalam kotak tersebut sudah diambil pengelola masjid. Menurutnya, di masjid tersebut sudah beberapa kali terjadi pencurian kotak amal. Namun, pihaknya tidak bisa merinci kerugian yang ditimbulkan.

”Untuk kejadinya baru satu kali ini setelah dipagar. Sebelum itu sudah beberapa kali. Makanya kami selalu waspada dan melakukan berbagai langkah antisipasi. Ini juga menjadi pembelajaran bagi yang lain untuk meningkatkan pengawasan,” ujarnya. (daq/ign)

Pos terkait