Penipuan Lowongan Kerja Catut Radar Sampit, Sejumlah Fakta Terungkap

Penipuan Lowongan Kerja Catut Radar Sampit
PENIPUAN: Iklan lowongan kerja yang dipasang untuk menipu warga agar mengirimkan sejumlah uang.

SAMPIT – Modus penipuan melalui media sosial semakin beragam. Kali ini menggunakan cara iklan lowongan kerja. Upaya itu nyaris berhasil apabila calon korbannya tak teliti dan tak mengecek lowongan iklan pada perusahaan atau instansi yang membuka lowongan.

Kali ini, penipu yang diduga sindikat tersebut mencatut nama Radar Sampit. Ironisnya, lowongan iklan tersebut dipasang di akun Instagram tanpa pengecekan terlebih dulu oleh pihak yang memiliki pengikut ribuan orang. Akibatnya, nyaris ada calon korban yang tertipu.

Bacaan Lainnya

Penipu tersebut memasang lowongan kerja yang cukup meyakinkan. Ada beberapa posisi yang ditawarkan, yakni staf kantor, asisten administrasi, pengelola aplikasi, dan penunjuk alur pelayanan. Disertakan pula syarat utama, yakni lulusan SMA/SMK, kuliah, mahasiswa, jujur, disiplin, mampu bekerja tim, dan mengutamakan pekerjaan. Agar lebih meyakinkan korbannya penipu menyertakan alamat kantor Radar Sampit serta nomor yang bisa dihubungi, yakni 085607923141.

Iklan lowongan tersebut sempat dipasang sekitar lima jam sebelum akhirnya dihapus. Informasinya, sejumlah orang langsung tertarik melamar dengan menghubungi nomor yang tertera. Bahkan, ada yang nyaris mengirim sejumlah uang yang diminta sebagai salah satu syarat.

Saat dihubungi, nomor yang dipasang tersebut tak aktif. Nomor tersebut hanya bisa dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, namun tak bisa ditelepon. Radar Sampit lalu mencoba mengirim pesan dengan berpura-pura tertarik pada lowongan kerja yang ditawarkan.

Penipu ternyata telah menyiapkan jawaban yang cukup panjang. Dia juga menyertakan syarat pelamar pekerjaan umumnya, seperti foto, identitas, dan lainnya. Akan tetapi, ada yang janggal dari syarat tersebut, yakni surat keterangan dari Puskesmas yang di-apply Radar Sampit.

Syarat itulah yang jadi celah penipu untuk terus menggiring dan meyakinkan korbannya. Korban otomatis akan bertanya syarat tersebut karena tak biasa disertakan dalam lamaran kerja.

Dari penjelasan penipu, surat steril itu digunakan untuk kelengkapan berkas yang fungsinya untuk mengetahui pelamar steril dari Covid-19 atau tidak. Penipu lalu meminta calon korban mengisi formulir yang sudah disiapkan melalui teks di aplikasi WA. Hal itu juga disebut jadi penentu pelamar lolos atau tidak.

Untuk pembuatan surat steril itu, penipu meminta biaya sebesar Rp 50 ribu yang dikirim melalui transfer bank. Nomor yang tertera yakni rekening BCA 0111801923 atas nama Dr Jeremia Uus Humas Sterilisasi. Apabila pelamar ternyata tak diterima, biaya surat steril tersebut dijanjikan akan dikembalikan.

Direktur Radar Sampit Siti Fauziah menduga penipuan tersebut dilakukan sindikat profesional. Pasalnya, dari hasil pelacakan, nomor yang disertakan ternyata digunakan juga untuk penipuan lowongan kerja di perusahaan lain atau instansi pemerintahan. Selain itu, nomor yang dipasang tak bisa ditelepon secara langsung, hanya bisa melalui aplikasi pesan, sehingga diduga pelaku menggunakan komputer atau laptop untuk menjalankan aksinya.

”Kalau korbannya tak teliti, bisa saja tertipu dengan mengirim uang seperti diinginkan pelaku. Dalam kasus yang mencatut nama Radar Sampit, ada beberapa calon korban yang nyaris mengirim uang,” ujarnya.

Siti memastikan lowongan kerja resmi yang dibuka Radar Sampit tak dipungut biaya sepeser pun. Selain itu, dipasang di koran dan di akun media sosial Radar Sampit. Dia Menyesalkan pihak lain yang memasang iklan tersebut tanpa mengonfirmasi kebenarannya melalui pengecekan langsung ke perusahaan yang membuka lowongan.

”Harusnya lebih hati-hati dengan mengecek terlebih dulu lowongan kerja yang ditawarkan pemasang. Pencatutan seperti ini jelas merugikan nama baik Radar Sampit sebagai perusahaan resmi,” ujarnya.

Pos terkait