Rp27 Miliar untuk Pelapisan Aspal Bandara H Asan Sampit

Bandara H Asan Sampit
Bandara H Asan Sampit

SAMPIT, radarsampit.com – Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sekitar Rp27 miliar untuk pelapisan aspal Bandara H Asan Sampit. Proyek tersebut telah masuk dalam tender lelang di Kemenhub.

Pekerjaan fisik sekitar Rp27 miliar tersebut dimenangkan kontraktor dari Kota Sampit, PT Mitra Waringin Utama yang berkantor di Jalan Tjilik Riwut km 2,5.

Bacaan Lainnya

Penandatanganan nota kesepakatan pembangunan dan pengembangan bandara tersebut dilakukan Bupati Kotim Halikinnor dan Direktur Jenderal Perhubungan Kemenhub Maria Kristi Endah Murni sepekan lalu.

Halikinnor mengatakan, Kotim merupakan kabupaten dengan tingkat perekonomian tertinggi di Kalteng. Dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Kalteng dengan sektor usaha yang semakin maju dan berkembang. Terutama dalam bidang jasa, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan.

Selain itu, Kotim juga merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Kalteng, yaitu sebanyak 436.079 jiwa. Dengan luas wilayah mencapai 16.796 kilometer yang terdiri dari 17 kecamatan, 17 kelurahan, dan 168 desa.

Baca Juga :  Penari Seksi Dipanggil Polisi Setelah Sebar Ujaran Kebencian di Akun Medsosnya

Halikinnor menambahkan, Kotim juga memiliki potensi penerbangan yang besar, terutama dengan adanya 53 perusahaan besar di sektor perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan.

Sebanyak 5.474 orang dari unsur pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit diperkirakan akan menggunakan transportasi udara untuk perjalanan bisnis, terutama ke Jawa.

Ketua DPRD Kotim Rinie Anderson mengatakan, pembenahan bandara diharapkan bisa menekan harga tiket pesawat agar lebih murah.

”Kami mendorong bandara ini bisa hidup kembali dengan baik dan penumpang, khususnya dari Kotim bisa kembali terbang melalui Bandara H Asan ini. Paling penting maskapai bisa menerbangi bandara, sehingga harga tiket lebih bersaing dan menguntungkan pengguna transportasi udara,” ujar Rini. (ang/ign)



Pos terkait