SAMPIT, radarsampit.com – SD Wijaya Kusuma, sekolah binaan PT Musirawas Citraharpindo, untuk yang pertama kalinya berhasil mendapat medali Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di tingkat Nasional.
Bilqi Fauzasky dan Olivia Ely Sanjaya dari SD Wijaya Kusuma menyabet juara harapan 3 kategori pantomim. Sedangkan Muhammad Rifal, Muhammad al-Faqih, dan Dzaki Aufa Ihsan yang juga dari SD Wijaya Kusuma meraih juara 3 kategori tari kreasi.
Tari kreasi yang dibawakan tiga murid dari dari SD Wijaya Kusuma berjudul Tari Manggau Humbang. Tarian ini terinspirasi dari aktivitas keseharian anak-anak di desa dalam mencari bambu yang di dalam bahasa dayak ngaju yaitu “Manggau Humbang”. Saat sedang bermain mereka disuruh mencari bambu untuk keperluan sehari-hari di rumah sambil berlari, melompat, dan bergembira hingga beristirahat bersama untuk melepas lelah.
Tak terasa badan pun gatal karena miang sehingga mereka harus membersihkan badan di sungai. Dengan memadukan aktivitas bermain disertai imajinasi yang dikemas ke dalam dunia anak-anak, suasana riang gembira dan tingkah laku jahil serta semangat mereka bermain tergambar dalam tarian ini.
Dalam garapan ini bambu dieksplorasi dari fungsi dan kegunaannya dengan menghadirkan permainan tradisional khas dayak Kalimantan Tengah yaitu manyipet/menyumpit dan permainan kekinian, serta properti sebagai pendukung konsep yang diimajinasikan dan dieksplorasi ke dalam dunia bermain. Dipadukan dengan gerak-gerak tradisi tari Dayak Kalimantan Tengah seperti ragam gerak tasai, deder, manasai, dan gerak bermakna sehingga terciptalah gerak-gerak baru yang kreatif dan inovatif.
Tarian ini bertujuan sebagai pembelajaran bagi mereka untuk bergotong royong dan bekerjasama dalam bersosialisasi di segala lingkungan dan membantu orang yang lebih tua, merupakan suatu sikap kepedulian anak-anak terhadap lingkungan keluarga.
Kepala Bidang Pengembangan Talenta Pusat Prestasi Nasional Retno Juni Rochmaningsih melaporkan bahwa FLS3N diikuti 294 peserta dari Tingkat SD dan SMP se-Indonesia. Ada tujuh cabang lomba untuk tingkat SD, yakni gambar ekspresi, lomba kriya, mendongeng, menulis cerita, menyanyi solo, pantomim, dan tari kreasi.
Sedangkan tingkat SMP ada delapan cabang lomba, yakni ansembel campuran, ilustrasi, kreativiras musik tradisional, mendongeng, menulis cerita, menyanyi solo, pantomim, dan tari kreasi
”Bakat dan minat para peserta menunjukkan bahwa mereka bakal menjadi calon seniman dan artis masa depan di Indonesia. Dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi, dan seniman sangat sulit menentukan yang terbaik, karena semuanya luar biasa bagus,” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan bahwa ada apresiasi dari Kementerian Pendidikan. Apresiasi ini bisa digunakan untuk pengembangan skill, kompetensi, dan talenta sehingga bisa meningkat sesuai jenjang usia.
”Kami titip kepada dinas pendidikan dan sekolah untuk terus membina bakat talenta anak-anak di bidang seni dan sastra,” ucap Maria.
Secara terpisah, Syahril Mubarak SPd selaku Kepala SD Wijaya Kusuma bersyukur anak didik dari SD Wijaya Kusuma berhasil meraih Juara 3 Tari Kreasi dan Juara Harapan 3 kategori Pantomim.








