Selama Liburan Idulfitri 1444 Hijriah, Pemkab Kobar Raup Ratusan Juta Dari Wisata

ratusan juta 1
WISATA PANTAI: Suasana di kawasan Pantai Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Senin (24/4). (Istimewa/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membukukan pendapatan dari sektor wisata alam di pesisir terpadu Pantai Kubu, Pantai Bogam, dan Pantai Keraya (Bugam Raya) mencapai ratusan juta rupiah dalam 2 hari pelaksanaan libur lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah atau 2023 Masehi.

Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat, Lalu Gde Surya Atmaja mengakui meskipun angka kunjungan pada libur lebaran 1444 hijriah ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun masih mampu menyumbangkan PAD mencapai ratusan juta rupiah.

“Tingkat kunjungan tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kita baru mengakumulasikan 2 hari libur lebaran yaitu tanggal 23 dan 24 April 2023, untuk hari ini masih berjalan,” ujarnya, Selasa (25/4).

Diungkapkannya, pada libur lebaran ke-2 Idul Fitri atau 23 April 2023 tercatat pengunjung yang masuk melalui pintu gerbang Kubu sebanyak 10.300 orang, dengan menggunakan kendaraan roda 2 sebanyak 2200 unit dan roda 4  sebanyak 1300 unit.

Bila dirupiahkan dengan tarif retribusi masuk perorang sebesar Rp5000 maka dari tarif tersebut berhasil diraup PAD sebesar Rp51.500.000, kendaraan roda 2 dengan tarif Rp4000 sebesar Rp8.800.000 dan roda 4 tarifnya Rp7000 berhasil meraup Rp9.100.000.

Baca Juga :  Bundaran Pasar Indrasari Pangkalan Bun Kerap Semrawut dan Macet

Sementara untuk hari Senin 24 April 2022 jumlah pengunjung yang masuk berjumlah 10.500 orang dan berhasil meraup PAD sebesar Rp57.500.000, kendaraan roda 2 sebanyak 2.200 unit sebesar Rp8.800.000 dan roda 4 sebanyak 1900 unit dan berhasil meraup Rp13.300.000.

“2 hari pelaksanaan libur lebaran total Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata sebesar RpRp149 juta, dan untuk hari ini masih direkap karena pengunjung masih berdatangan,” ungkapnya.

Menurutnya menurunnya angka kunjungan ke pesisir terpadu disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya pengunjung yang masuk ke kawasan pesisir terpadu banyak yang tidak melewati pintu masuk di Kubu, tetapi melalui jalur alternatif di Sebuai. “Kalau seluruhnya masuk melalui Kubu tentu angkanya akan berbeda,” bebernya.



Pos terkait