Sisi Lain Jalan Sehat Berkah yang Digelar Pemprov Kalteng di Sampit

”Dari Tadi Membacakan Pengumuman Kehilangan Anak Saja. Orang Tua Mohon Dijaga Anaknya”

pingsan saat jalan sehat

Event Jalan Sehat Berkah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Taman Kota Sampit Minggu (10/11) disambut antusias puluhan ribu masyarakat.

HENY, Sampit | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Kawasan Taman Kota Sampit berubah menjadi lautan manusia. Bagaikan gula dikerubungi semut, ribuan masyarakat begitu antusias mengikuti Jalan Sehat Berkah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Minggu (10/11) pagi.

Saking antusiasnya, banyak masyarakat yang berangkat dari rumah lebih awal, mulai jam 05.00 WIB demi bisa ikut jalan sehat yang menjanjikan banyak hadiah yang menggiurkan.

Hampir di semua titik kawasan Taman Kota Sampit dipenuhi kendaraan yang diparkir di bahu jalan. Bahkan, ratusan motor di parkir di sembarang tempat hingga memakan separuh dari badan Jalan Jenderal Ahmad Yani dan sekitarnya.

Kondisi ini menjadi peluang bagi para juru parkir mencari pundi-pundi rezeki. Sebagian warga mengeluh karena tarif parkir yang seharusnya hanya Rp2.000 per unit, menjadi Rp5.000.

”Sudah mencari parkir sulit, dapat tempat parkir langsung ditagih bayar di awal Rp5.000. Mau gak mau tetap dibayar, daripada ketinggalan rombongan jalan sehat,” ujar Sani, warga yang berniat ingin mengikuti jalan sehat.

Acara yang sedianya dimulai jam 06.00 WIB tak juga dimulai. Masyarakat masih menunggu kehadiran orang nomor satu di Kalteng, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, yang kabarnya akan melepas langsung bendera start.

Sejam berlalu, masyarakat mulai bergerak ke arah titik start di Jalan Jenderal Ahmad Yani persimpangan Jalan Yos Sudarso.

Banyaknya manusia yang berjejal membuat langkah kian sulit. Selangkah demi selangkah mereka berjalan, kemudian terhenti sekian menit karena tak ada pergerakan.

Waktu menunjukkan pukul 07.07 WIB, sosok yang dinanti akhirnya tiba. Sugianto bersama istri turun dari mobil, melangkah cepat berbaur di tengah kerumunan masyarakat menuju ke posisi titik start dan melepas bendera start.

Selama kurang lebih 30 menit setelah bendera start dilepas, ribuan masyarakat terus melangkah mengikuti alur sesuai rute yang telah ditentukan sepanjang kurang lebih 5 km mulai dari Taman Kota Sampit Jalan Yos Sudarso-Jalan Jenderal Ahmad Yani-Jalan Suprapto-Jalan Ais Nasution-Jalan DI Panjaitan-Jalan S Parman-taman kota.

Selama kurang lebih 30 menit, ribuan masyarakat kembali memadati panggung di Taman Kota Sampit. Sebanyak 150.000 kupon yang disiapkan panitia diundi mulai jam 09.09 WIB.

Teriakan masyarakat mulai terdengar saling bersahutan. Mereka tak sabar meminta panitia segera mengundi karena situasi masyarakat yang begitu membludak.

Tak ada yang bisa melangkah, maju sulit, berbalik arah pun tak bisa, karena terkepung dengan kerumunan masyarakat.

Matahari yang mulai terik membuat emosi kian memuncak. Banyak warga yang saling dorong, ingin mendapatkan posisi ternyaman.

Sepanjang doorprize diundi, satu per satu warga banyak yang pingsan. Pembawa acara juga tak fokus membacakan nomor undian, karena teriakan masyarakat mengabarkan warga pingsan.

”Woy..panitia..ada yang pingsan.. di sini ada yang pingsan,” teriak suara laki-laki secara berulang dari sayap kanan panggung.

Berselang beberapa menit, suara teriakan kembali terdengar, “Panitia ada yang pingsan, mana petugas medis, tolong diangkut, ada yang pingsan,” teriak suara laki-laki dari sayap kiri panggung.

Lebih 20 peserta jalan sehat pingsan karena padatnya manusia. Ditambah panasnya terik matahari pagi menjelang siang.

Ada pula yang memilih tak peduli dan meminta pembawa acara segera mengundi agar acara cepat selesai.

Pos terkait