Dua dekade lebih Yunan Shahada, Kepala Badan Penyelenggara Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Kabupaten Kotawaringin Timur menjalankan tugasnya. Dia harus sering berpindah kota. Yunan membagikan kisahnya pada Radar Sampit.
HENY, Sampit
Tepat 1 Juni 2021, Yunan Shahada, menjejakkan kakinya di Bumi Habaring Hurung. Penempatan kerja di daerah bukan kali pertama dialaminya. Selama 24 tahun berkarier, Yunan sudah sering berpindah tugas dari kota satu ke kota lainnya. Semua dilakukan meski harus meninggalkan anak dan istri di Kota Semarang, Jawa Tengah.
”Pekerjaan itu amanah. Jangan jadi beban. Bawa happy saja. Yang penting niatnya benar, selalu awali kerjaan dengan bismillah,” kata Yunan.
Yunan menuturkan, awalnya dia menilai Sampit merupakan kota yang menyeramkan, sepi, banyak buaya, dan membosankan. ”Sebelum saya mendarat dari bandara di Pangkalan Bun, saya berpikir Sampit itu menyeramkan, karena saya masih teringat tragedi kerusuhan tahun 2001 lalu. Setelah sampai Sampit, ternyata tak sesepi itu juga,” ujarnya sambil terkekeh.
Yunan tumbuh besar di Semarang. Kota ramai yang menjadi salah satu pusat perdagangan dan jasa di Jawa. ”Dari SD sampai SMA saya besar di Semarang. Lanjut kuliah di Universitas 17 Agustus Semarang (Untag) mengambil jurusan Administrasi Negara angkatan kelulusan tahun 1996,” ucap pria kelahiran Solo, 11 Juni 1971 ini.
Setelah lulus kuliah, Yunan tak langsung meniti karier di BP Jamsostek. Dia mengawali karier sebagai karyawan perusahaan swasta di Semarang. Melanglang buana mengejar karier dengan berpindah-pindah kota, seperti Bandung, Jakarta, dan kota besar lainnya. Sampai akhirnya Yunan bergabung di Kantor Jamsostek Cabang Kudus pada 1998. Di masa itu dia bertugas sebagai staf di Bidang Kepesertaan.
Yunan kemudian pindah pada Februari 2005 ke Kantor Jamsostek Cabang Semarang Pemuda sebagai account officer sampai 2012. Lalu pindah lagi bertugas ke Kantor Jamsostek Cabang Purwokerto sebagai Kepala Bidang Kepesertaan hingga April 2015.
Dedikasi dan kerja kerasnya membuah hasil. Yunan kembali dipindahtugaskan dan dipercaya memegang jabatan sebagai Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis di Kendal hingga Juli 2019.
”Setelah itu saya balik lagi ke kantor yang dulu di Kantor BP Jamsostek Cabang Semarang Pemuda sampai Mei 2021. Di sana saya menjabat sebagai Kepala Bidang Program Khusus yang melayani pekerja informal, skala kecil, dan mikro seperti UMKM, koperasi, petani, nelayan, dan olahragawan,” kata bapak yang memiliki dua anak ini.
Perjalanan karier panjang di BP Jamsostek pun tak sia-sia. Yunan pernah meraih juara terbaik sebagai Account Officer tahun 2005, juara 2 tingkat nasional kategori Key Performance Indicator (KPI) terbaik di BPJS Ketenagakerjaan tahun 2012, dan juara 2 kategori KPI di Semarang tahun 2019.
Sepanjang kariernya, Yunan mengisahkan salah satu pekerjaan yang berkesan. Itu terjadi ketika ditugaskan di Purwokerto. Yunan melakukan kerja sama memberikan program sosial bersama Kampus Universitas Jenderal Soerdirman (Unsoed).
”Kami berikan program healing bekerja sama degan tim Unsoed rumah sakit memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat, mengajar siswa sekolah, dan memberikan bantuan fisik alat sekolah yang terdampak gempa di kawah Dieng sekitar tahun 2013 lalu,” kenangnya sambil menunjukkan galeri foto yang masih tersimpan dalam folder komputernya.
Selain itu, dia juga pernah mengadakan gathering bersama perusahaan binaan BP Jamsostek dengan mengadakan kegiatan arung jeram. ”Ini foto-foto saya waktu gathering mengajak kawan-kawan perusahaan bermain arung jeram masih tersimpan,” ucapnya yang memang hobi arung jeram dan berenang ini.







