SAMPIT, Radarsampit.com – Warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, dikejutkan dengan tongkang berukuran besar yang hanyut terbawa arus pada dini hari. Tongkang tersebut diduga lepas setelah tali pengikatnya putus.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB pada akhir September 2026. Tongkang bergerak mengikuti arus sungai dari arah selatan menuju utara. Kondisi tersebut membuat warga khawatir lantaran sejumlah rumah dan lanting berada di sepanjang jalur hanyut.
Ari Laksamana Putra, salah seorang saksi yang sedang memancing di sekitar sungai, melihat tongkang bergerak tanpa kendali. Dia kemudian bergegas menuju dermaga di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) untuk meminta pertolongan awak tugboat.
“Waktu itu kejadiannya pukul 02.00 WIB dini hari. Saya langsung pergi ke dermaga dan teriak meminta tolong kepada awak tugboat yang ada di wilayah tersebut,” ujar Putra.
Respons cepat awak tugboat membuat tongkang berhasil diamankan sebelum menghantam permukiman warga. Putra menduga kondisi air Sungai Mentaya yang sedang pasang turut membuat tongkang lebih cepat terbawa arus setelah tali pengikat terputus.
“Kalau saya telat meminta bantuan, mungkin subuh itu tongkang tersebut sudah menabrak puluhan rumah dan lanting warga yang ada di pinggir sungai,” katanya.
Insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya penerapan keselamatan pelayaran bagi seluruh aktivitas usaha di Sungai Mentaya.
Kabagbinops Ditpolairud Polda Kalteng Kompol Masriwiyono, mewakili Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra, meminta pelaku usaha memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan.
“Kami minta seluruh pelaku usaha di perairan agar mematuhi SOP keselamatan berlayar. Jangan sampai nanti justru berakhir menimbulkan kerugian bagi masyarakat,” tegasnya.







