Tradisi Unik Warga Sukamara Rayakan Hari Raya Idulfitri

Saling Lempar Air Bungkus Plastik selama Tiga Hari Berturut-turut

boks
TRADISI: PJ Bupati Sukamara Kaspinor saat mengikuti tradisi Betawakan di Sungai Jelai dalam rangka merayakan dan memeriahkan hari raya Idulfitri.

Di Kota Sukamara, warga mempunyai tradisi unik saat hari raya Idulfitri, yakni betawakan (saling lempar air) dalam kantung plastik. Tradisi ini dilakukan di tengah Sungai Jelai menggunakan perahu mesin ataupun pinggiran lanting. Tua maupun muda ikut meramaikan dan melanggengkan tradisi yang digelar selama tiga hari itu.

FAUZIANNUR, Sukamara | radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Selepas salat ashar, Cecep dan kawan-kawan terlihat mulai bersiap-siap turun ke lanting sungai. Sebuah ember dan puluhan kantung plastik mereka bawa, tak lupa sebungkus pewarna makanan.

Setiba di lanting, ember diisi air dan dicampur pewarna berwarna merah. Satu per satu kantung plastik diisi air. Itulah yang nanti akan mereka lempar kepada siapa saja di dalam perahu mesin yang lewat di hadapan mereka.

”Tunggu perahu lain lewat dan mendekat, baru air dalam plastik ini dilempar. Biasanya mereka juga membawa bungkusan air dan melempar balik kepada si pelempar. Asyik saja, sembari mandi di sungai beramai-ramai,” ujar Cecep yang sudah siap bersama rekan-rekannya.

Baca Juga :  Sakit Hati Diselingkuhi, Lelaki di Kalteng Ini Nekat Jambret Ponsel Calon Istri

Tak menunggu lama, perahu mesin yang membawa puluhan orang pun hilir mudik menyusuri Sungai Jelai.

Selain melempar air kepada mereka yang berada di atas lanting, peserta antar perahu mesin pun saling lempar. Gelak tawa mereka terdengar nyaring dan lepas sesaat lemparan mengenai sasaran.

Tradisi itu pun menjadi tontonan dan hiburan gratis bagi warga yang menyaksikan dari pinggiran sungai. Namun jangan coba-coba berada di lanting, karena bisa menjadi sasaran lemparan.

Siapa saja yang terkena tidak boleh emosi dan harus rela basah dengan air pewarna. Saling pengertian inilah membuat tradisi lempar air berjalan tertib dan aman.

”Sudah risiko terkena lemparan jika nonton dari lanting atau ikut dalam perahu mesin. Biasanya anak-anak suka saja nonton saat sore lebaran dari tepi pelabuhan saja,” ujar Ramlan, warga yang membawa anak-anaknya nonton di Pelabuhan Pasar Inpres Sukamara.

Menariknya, tradisi Betawakan tahun ini diikuti oleh PJ Bupati Sukamara Kaspinor yang membuka langsung kegiatan dengan menaiki perahu hias.



Pos terkait