Traffic Light Miring Bahayakan Pengendara, Warga Berharap segera Diperbaiki

Traffic Light Miring Bahayakan Pengendara
BERFUNGSI: Meski sempat tertimpa pohon tumbang, traffic light di Jalan Pelita Barat masih berfungsi mengatur lalu lintas, Minggu (27/2). (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) atau traffic light di Jalan Pelita Barat, Sampit, tetap berfungsi mengatur lalu lintas di perempatan jalan tersebut, meski kondisinya sedikit miring dan mengalami kerusakan karena tertimpa pohon. Traffic light tersebut tertimpa pohon yang tumbang dihantam truk kontainer yang tersangkut saat melintas di lokasi tersebut.

Pantauan Radar Sampit, Minggu (27/2), pengendara tetap mematuhi traffic light yang masih berfungsi dengan baik. Pengendara tetap melintas tanpa gangguan, meskipun di sisi jalan terlihat ranting dan batang pohon hingga akar yang tampak terangkat dari dalam tanah belum terangkut petugas.

Bacaan Lainnya

Traffic light tersebut dihantam pohon Sabtu (26/2) lalu. Bermula ketika truk kontainer berusaha menghindari mobil dari arah berlawanan, bagian atas truk justru tersangkut batang pohon di sisi jalan, hingga pohon tumbang dan menghantam fasilitas jalan tersebut.

Tiang traffic light tersebut retak. Selain itu, lampu 3 avsec mengalami kerusakan pada casingnya, serta kamera CCTV bergeser. Perlu waktu sekitar sepekan untuk perbaikan dan meluruskan tiang yang miring.

Baca Juga :  Kesurupan Diobati ke Dukun, Perempuan Ini Disetubuhi saat Ditinggal Suami

Noval, warga yang tinggal di sekitar lokasi berharap traffic light yang miring tersebut dapat segera diperbaiki. Dia khawatir jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan semakin parah.

”Takutnya kesenggol truk besar lagi bisa roboh. Bahaya juga, karena lampu lalu lintas ini juga dulu sempat ditabrak kendaraan muatan besar,” ucapnya.

Arus lalu lintas di Jalan Pelita Barat termasuk ramai dilintasi, terutama kendaraan bermuatan besar. Sebelum peristiwa tersebut, awal tahun lalu di lokasi yang sama, traffic light yang berbentuk tiang gawang itu juga pernah ditabrak kendaraan muatan besar hingga menyebabkan kerusakan cukup parah dan tidak berfungsi. Bahkan, berdampak pada tiga traffic light yang juga ikut tak berfungsi, karena traffic light di kawasan tersebut saling terkoneksi.

Dinas Perhubungan Kotim pun meminta agar tinggi tiang dinaiki sekitar 50 cm, agar tidak lagi tersenggol atau tertabrak kendaraan besar. (yn/ign)

Pos terkait