Ujian Sekolah Diikuti 59 SMP Se-Gumas

Ujian Sekolah Diikuti 59 SMP Se-Gumas
KESULITAN LOGIN : Sejumlah peserta didik dari SMPN 1 Kurun yang mengikuti ujian sekolah mendapat bimbingan dari para guru, Senin (18/4).(SMPN 1 KURUN FOR RADAR SAMPIT)

KUALA KURUN – Mulai 19 April hingga 24 April 2021 nanti, seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menggelar ujian sekolah, yang dilaksanakan dengan tatap muka dan online.

”Tercatat ada 59 SMP di Kabupaten Gumas yang melaksanakan ujian sekolah, terdiri dari 55 SMP Negeri dan empat SMP swasta. Untuk jumlah peserta didik sebanyak 2.076 orang,” ucap Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gumas Esra, Senin (19/4).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, karena masih dalam pandemi Covid-19, pada tahun pelajaran 2020/2021 ini, pelaksanaan ujian nasional ditiadakan dan diganti dengan ujian sekolah. Artinya, materi dan soal dibuat oleh para guru dan yang menentukan kelulusan adalah sekolah.

”Kami ingin dalam membuat materi soal, para guru harus memahami kaidah dan norma, serta membuat soal yang bermutu dalam arti memacu siswa untuk berpikir logis dalam menjawab soal,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Kurun Yono mengatakan, pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 1 Kurun diikuti 217 peserta didik, yang digelar secara online. Mereka mengerjakan soal-soal ujian sekolah langsung dari rumah masing-masing.”Pelaksanaan ujian secara online di SMPN 1 Kurun bukan hal yang baru, karena ketika ulangan semester para peserta didik juga mengikuti ujian secara online dari rumah,” tutur Esra.

Dalam pelaksanaan ujian sekolah, SMPN 1 Kurun juga membantu peserta didik yang tidak mampu dengan meminjamkan gawai, sehingga bisa mengikuti ujian. Di samping itu, juga diberikan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI). ”Kami sudah meminjamkan gawai kepada peserta didik yang tidak mampu. Kalau untuk kuota internet, ada bantuan dari Kemendikbud RI,” terangnya.

Di hari pertama pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 1 Kurun, lanjut dia, sempat terjadi kendala, dimana ada sebagian peserta didik yang kesulitan untuk login sebelum menjawab soal. Mereka terpaksa harus ke sekolah untuk dibimbing oleh para guru.

”Untuk login dan menjawab soal ujian, para peserta didik harus menggunakan dan masuk ke dalam akun @smp.belajar.id dari Kemendikbud RI,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Kurun Brata menyampaikan, ujian sekolah di SMPN 6 Kurun dilaksanakan secara tatap muka, dengan diikuti oleh 41 peserta didik. Karena tatap muka, maka protokol kesehatan (prokes) diterapkan secara ketat.

”Peserta didik yang mengikuti ujian sekolah kami bagi menjadi tiga ruangan. Ini sesuai prokes yakni tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas ruangan. Selain itu, sehari sebelum ujian sekolah, juga sudah disemprotkan cairan desinfektan ke lingkungan sekolah,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebelum memasuki kawasan sekolah, peserta ujian wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjalani pemeriksaan suhu tubuh. Jika ada yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celsius, diminta untuk beristirahat di rumah, dan akan mengikuti ujian sekolah susulan.

”Kami juga sudah melakukan rangkaian simulasi penerapan prokes dalam ujian sekolah. Pelaksanaan ujian sekolah ini juga telah mendapat rekomendasi dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19,” tandasnya. (arm/gus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *