Upaya Dinsos Kotim Tangani ODGJ Meresahkan

Orang yang Sama Diamankan Berulang Kali, Berharap Keluarga Lebih Peduli

boks odgj
DIPULANGKAN: Saidi, ODGJ yang berkali-kali ditangani Dinsos Kotim dipulangkan setelah menjalani perawatan di RSUD dr Murjani Sampit, Selasa (13/6). (Istimewa/Radar Sampit) 

Minimnya kepedulian keluarga dan lingkungan sekitar menjadi sebab orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berkeluyuran di jalanan. Sebagian besar kasus yang ditangani Dinas Sosial dan Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merupakan kasus yang meresahkan warga.

HENY, radarsampit.com

Bacaan Lainnya

Orang dengan gangguan jiwa mengamuk di jalan, melukai pengendara, minta-minta uang, hingga bertelanjang, menjadi potret perilaku ODGJ yang kerap ditemui warga Kota Sampit. Kesehatan mental dan jiwa mereka terganggu hingga berperilaku di luar batas kewajaran manusia normal.

Kepala Dinsos Kotim Wiyono melalui Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Dinsos Kotim Sumidi mengatakan, pihaknya baru saja memulangkan M Saidi (32). Pria itu sempat dirawat di Ruang Teratai RSUD dr Murjani Sampit.

”M Saidi sudah kami pulangkan ke rumahnya di Jalan Pelangsian I RT 15 RW 6. Kami sampai meminta tolong pihak keluarganya agar memperhatikan. Obatnya diminum rutin, kalau habis tinggal lapor berobat. Jangan sampai ada anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan dibiarkan keluyuran begitu saja,” kata Sumidi, Selasa (13/6).

Dia melanjutkan, pihaknya bukan tak ingin menangani kasus ODGJ. Pihak keluarga harusnya bisa lebih peduli dengan anggota keluarganya yang mengalami gangguan kejiwaan.

”Peran keluarga dan lingkungan di sekitar, baik Ketua RT dan kades itu penting. M Saidi ini sudah keempat kalinya ditangani Dinsos. Bukan kami tidak mau menangani. Bukan kami ini kerepotan, tetapi kejadian ini sudah terjadi berulang dengan orang yang sama. Memang orangnya tidak menganggu, meminta-minta uang ke orang juga enggak, tapi meresahkan warga yang melihatnya telanjang bulat keluyuran di jalanan,” ujarnya.

Berdasarkan riwayat hidupnya, Saidi pernah dirawat di Ruang Teratai RSUD dr Murjani Sampit pada 2017. Dinsos dan Satpol PP Kotim juga berkali-kali mengamankan pria itu agar tidak berkeliaran di jalan.

”Dia pernah jadi pasien pertama di Ruang Teratai tahun 2017. Sudah beberapa kali keluar masuk dirawat di rumah sakit. Terus kumat lagi,” ujarnya.

Saidi pernah berjalan tanpa sehelai pakaian di Jalan Jenderal Ahmad Yani pada 15 Maret lalu. Dia kembali ditemukan telanjang sambil berjalan kaki di sekitar Terowongan Nur Mentaya pada 5 April.

Setelah videonya beredar di media sosial, Saidi diamankan Polsek Baamang dan kemudian dibawa ke Satpol PP Kotim, selanjutnya dibawa ke rumah sakit pada pagi harinya. Namun, sebelum dibawa ke rumah sakit, dia mencoba berniat kabur, sehingga pegawai Dinsos dan anggota Satpol PP Kotim kewalahan mengejarnya. Bahkan, pakaian yang sudah dipasang, dilepas lagi dan kembali berjalan dengan telanjang.

Dinsos Kotim telah mengurus Saidi agar terdata sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga bisa ditangani pihak rumah sakit dan biaya pengobatannya ditanggung pemerintah.

”Dia waktu itu masih belum punya kartu jaminan kesehatan. Kami bantu uruskan. Kartu keluarganya juga bermasalah. Di dalam satu keluarga ada sekitar sepuluh anggota dan sudah banyak yang sudah berumah tangga, sehingga pegawai BPJS mengarahkan agar KK-nya harus dipecah terlebih dahulu,” katanya. (***/ign)

Pos terkait