SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor bersama Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Selasa (7/9). Peninjauan tersebut juga sekaligus menyerahkan 3.000 paket sembako dari Pemprov Kalteng untuk warga yang terdampak banjir di Kotim.
“Saya, Kapolres, Dandim 1015, Pol Airud dan Forkopimda mendampingi Pak Gubernur Kalteng meninjau lokasi banjir di Kuala Kuayan sekaligus menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir,” ujar Halikinnor.
Pemkab Kotim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalteng yang meninjau langsung dan menyerahkan bantuan untuk warga Kotim yang terdampak banjir.
Bantuan 3000 paket sembako yang masing-masing senilai Rp 500.000 ini diharapkan mampu meringankan beban perekonomian masyarakat yang terdampak banjir.
“Bantuan ini bisa meringankan beban bagi masyarakat yang mengalami musibah bencana banjir karena nilai bantuan cukup besar. Paket sembako ini nilainya kurang lebih setengah juta per paket dengan beras 20 kg ditambah bahan pokok lainnya. Harapan kami dengan bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak banjir,” katanya.
Halikinnor mengatakan kondisi banjir di Kotim saat ini sudah merendam wilayah utara (hulu) hingga daerah hilir. Sebelumnya, pada Senin (23/8) lalu banjir telah merendam rumah warga di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai, dan Tualan Hulu. Disusul banjir di wilayah Kecamatan Kotabesi pada Minggu (29/8) dan Kecamatan Parenggean pada Jumat (3/9) minggu lalu.
“Saat ini situasi banjir masih merendam beberapa kecamatan di wilayah utara dan sudah merambah wilayah hilir di Kecamatan Parenggean dan Kotabesi. Bencana banjir ini sangat bergantung dengan intentisitas curah hujan, maka kita berdoa semoga curah hujan berkurang dan banjir ini bisa cepat surut,” harapnya.
Menghadapi bencana banjir tahunan yang kerap terjadi di Kabupaten Kotim, Halikinnor akan mengkaji lagi mana saja kecamatan yang mengalami banjir setiap tahun dengan durasi waktu yang cukup lama.
“Bencana banjir ini rutin kita hadapi setiap tahun. Tingkat kedalaman banjirnya saja yang berbeda-beda. Ke depan kita akan mengkaji lagi mana saja kecamatan yang rawan banjir dan paling lama surutnya akan dibangun tempat untuk penanganan banjir semacam posko,” katanya.
Selain itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di dataran rendah agar berpindah ke dataran yang lebih tinggi.
“Saya berharap masyarakat mulai berpikir mengubah pola hidup tidak harus hidup di pinggir air, carilah lokasi yang dataran yang lebih tinggi sehingga masyarakat tidak lagi mengalami musibah banjir. Walaupun saya memahami masih banyak masyarakat yang bekerja di dekat sungai, pelan-pelan mulai berpindah membangun rumah yang lebih aman di dataran yang lebih tinggi,” katanya.
Halikinnor menambahkan kepada orang tua agar tetap mengawasi anak-anaknya yang rumahnya terdampak banjir. “Setiap banjir anak-anak terbiasa malah berenang, maka saya ingatkan kepada orang tua tolong tetap mengawasi anak-anaknya jangan sampai terjadi korban jiwa. Sampai hari ini belum ada laporan korban jiwa, tetapi saya tetap mengingatkan kepada warga untuk tetap waspada,” tandasnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Muhammad Yusuf menambahkan, hingga saat ini dilaporkan ada tujuh kecamatan dari 58 desa/kelurahan dengan total 5.402 KK yang terdampak banjir. Sedangkan, kondisi terparah hingga mengakibatkan rumah terendam banjir terjadi di 48 desa/kelurahan dengan total 4.942 KK atau 10.585 jiwa yang memerlukan bantuan. Sedangkan, fasilitas layanan puskesmas/pustu di Desa Jariangau, Tumbang Penyahuan, Tumbang Maya dan 8 sekolah terendam banjir.








