WARNING!!! Kobar Mendekati Level Empat Penyebaran Covid-19

covid-19
PENEGAKAN YUSTISI: Satgas Covid-19 melaksanakan kegiatan yustisi di ruas jalan protokol di Kota Pangkalan Bun dan membagikan bantuan sembako kepada para PKL, Sabtu (17/7) malam.

PANGKALAN BUN – Kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) setiap harinya terus bertambah, jumlah tersebut dibarengi dengan meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit yang meninggal dunia setiap harinya.

Dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 dan jumlah perawatan pasien di rumah sakit, serta jumlah kasus yang meninggal dunia menyebabkan Kabupaten Kotawaringin Barat sudah mendekati nilai asesmen level empat.

Bacaan Lainnya

Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat, Tengku Alisyahbana menegaskan bahwa saat ini di Kabupaten Kotawaringin Barat terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan.

“Saat ini jumlah kasus meningkat, rumah sakit juga sudah penuh dan setiap harinya ada yang meninggal dunia, dan kondisi ini sudah menjadi peringatan (warning) bagi pemerintah kita, khususnya untuk Satgas Kobar serta seluruh masyarakat,” tegasnya usai pelaksanaan operasi Yustisi berskala besar, Sabtu (17/7) malam.

Ia menyebut dalam pelaksanaan kegiatan virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berdasarkan analisa ada beberapa peningkatan signifikan di sejumlah kabupaten di Kalteng.

Namun demikian ia tidak menyebutkan kabupaten mana saja yang saat ini di luar Kobar yang dalam status mendekati level 4 dan rencananya akan diumumkan daerah mana saja yang mengalami peningkatan status level Covid-19.

Ia berharap, meski informasi yang mereka terima bahwa Kobar telah mendekati level 4, namun ia berharap agar Kabupaten Kobar tidak masuk dalam sejumlah kabupaten yang mengalami peningkatan status level tersebut.

Ia menyadari dengan kondisi saat ini saja perekonomian di Kobar mengalami penurunan, terutama para pelaku UKM sehingga dalam operasi yustisi yang dilakukan sekaligus diberikan bantuan sembako kepada para pelaku UKM di Kobar.

“Bantuan sembako yang diberikan kepada PKL di sejumlah titik tersebut diinisiasi oleh pemerintah daerah maupun dari TNI dan Polri, kita berharap dengan kegiatan yang masif ini Kobar tidak naik statusnya ke level 4,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menegaskan bila kemungkinan terburuk Kotawaringin Barat meningkat status levelnya dan PPKM darurat diberlakukan, maka pihaknya telah menyiapkan personel-personelnya untuk diterjunkan ke lapangan.

Kendati demikian, ia berharap hal itu tidak terjadi, dan semangat tersebut dapat terwujud bila masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan benar.

“Kalau PPKM Darurat diberlakukan maka mau tidak mau kita harus siap baik dari personel, dan hal lainnya sudah kita persiapkan, namun kita berharap itu tidak terjadi dan dengan upaya terus menerus ini kita berharap kesadaran masyarakat meningkat,” harapnya.

Di tempat yang sama, Dandim 1014/PBN Letkol Arh Drajat Tri Putro menambahkan bahwa giat yustisi yang dilaksanakan merupakan upaya untuk terus mengingatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi prokes.

“Pedagang kecil dapat terus berjualan, tetapi bagi pembeli tidak boleh makan di tempat (take away), dan ini untuk peningkatan kestabilan ekonomi di Kobar,” pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa penilaian asesmen level 4 Covid-19, artinya setiap provinsi mencatatkan kasus Covid-19 lebih dari 150/100.000 penduduk per minggu. Kemudian, perawatan pasien di rumah sakit lebih dari 30/100.000 penduduk per minggu, dan kasus kematian lebih dari 5/100.000 penduduk per minggu. (tyo/sla)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *