PALANGKA RAYA – Pertandingan antara Kalteng Putra melawan Persewar Waropen pada lanjutan Liga 2 Grup D di stadion Tuah Pahoe, Senin (11/10), berlangsung keras dan panas. Laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Kalteng Putra itu diwarnai emosi sampai laga selesai.
Pertarungan dua tim di lapangan kerap diwarnai protes keras dari pemain Persewar terhadap wasit, Aziz. Bahkan, salah satu official Persewar, langsung menyerang wasit setelah laga dan nyaris membanting tubuh pengadil lapangan itu. Pelatih Persewar Elie Aiboy juga menolak melakukan konferensi pers.
Kedua tim sebenarnya memperlihatkan kualitas permainan yang bagus. Persewar lebih dahulu unggul dengan gol Mersel Alexander Kararbo pada babak pertama menit 27. Gol balasan Kalteng Putra tercipta di menit 42 melalui Takwir. Hingga peluit panjang dibunyikan pada babak pertama, kedua tim berbagi angka 1-1.
Masuk babak kedua, pola permainan Kalteng Putra berubah. Skuad anak asuh Eko Tamamie langsung bermain cepat dan memanfaatkan kelemahan di sisi kiri dan belakang Persewar Waropen. Permainan keras pun tak terelakkan, karena kedua tim sama-sama ingin mendapatkan tiga poin. Berulang kali pemain kedua tim berjibaku meraih bola dan melakukan pelanggaran.
Dalam laga itu, enam kartu kuning dikeluarkan wasit terhadap pemain Kalteng Putra, yakni Yohannes, Ronaldo, Rendy, Nur Akbar, Melcior, dan sang kapten Tamsil Sanjaya. Untuk Persewar, kartu kuning diberikan kepada Oktovianus, Maurits, Melianus, dan Afui Fernando.
Setelah berulang kali melakukan serangan cepat, pada menit 66 gol kedua bagi Kalteng Putra tercipta dari Muhammad Tegar Pribadi hingga membuat kedudukan berubah 2-1. Sampai peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Hasil itu membuat Kalteng Putra kokoh di puncak klasemen grup D dengan raihan enam poin dari dua laga.
Pelatih Kalteng Putra Eko Tamamie bersyukur timnya bisa mengamankan tiga poin, meskipun dengan susah payah dan banyak terjadi insiden. ”Dalam laga itu, kami tak menduga Persewar bisa luar biasa dan memiliki stamina serta kecepatan yang bagus. Alhamdulillah masih bisa diantisipasi, sehingga bisa memenangkan pertandingan,” ujar Eko didampingi pemain Ahmad Fauzi.
Eko mengaku sempat berpikir keras lantaran anak asuhnya tertinggal terlebih dahulu dari tim lawan. Namun, dengan semangat dan kerja keras semua pemain, akhirnya bisa membalikkan keadaan. ”Pemain tidak terburu-buru dan bermain dari kaki ke kaki hingga mampu menang,” ujar Eko.
Pada laga lain di grup D, Mitra Kukar takluk menghadapi Sulut United. Gol semata wayang tercipta dari gol bunuh pemain belakang Mitra Kukar, Agus Nova Wiantara pada menit 56 babak kedua. Dengan hasil kekalahan itu, Mitra Kukar masih mengumpulkan satu poin, sementara Sulut berada di posisi dua klasemen sementara dengan empat poin di bawah Kalteng Putra. (daq/ign)








