WASPADA!!! Kasus Kematian Terus Merangkak Naik

covid-19
PEMAKAMAN: Pemakaman pasien penyintas Covid-19 dilakukan dengan protokol kesehatan di Palangka Raya.

JAKARTA – Meskipun kondisi kesembuhan dan pertumbuhan kasus positif mengalami perbaikan yang signifikan. Laju kematian terus mengalami kenaikan. Kemarin (27/7) untuk pertama kalinya selama pandemi, kasus kematian harian melampaui angka 2 ribu. Tepatnya 2.069.

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa jumlah kematian masih terus mengalami peningkatan. Sebelum diberlakukannya, PPKM Darurat, angka kematian tertinggi minggu berkisar 539 kasus. Kemudian meningkat pada masa PPKM Darurat menjadi 1.338 kasus.

Bacaan Lainnya

”Kemudian meningkat lagi pada masa PPKM Level 1-4 menjadi 1.487. Perpanjangan PPKM 1-4 ini  dilakukan untuk meningkatkan upaya penurunan kasus kematian secepat mungkin,” jelas Wiku kemarin (27/7)

Meskipun kenaikan kasus positif masih tinggi, angka kesembuhan untuk kali kedua berhasil melampaui pertambahan kasus positif. Yakni 45.203 kasus positif baru berbanding dengan 47.128 kasus sembuh. Menurunkan angka kasus aktif sebanyak 3.994 kasus.

Baca Juga :  JPU Dinilai Salah Kaprah, Terdakwa Sebut Bukan Korupsi, Hanya Perkara Pinjam Meminjam

Wiku menjelaskan, pada saat penerapan PPKM Darurat hingga level 3-4, provinsi di Jawa dan Bali mencatatkan penurunan pertumbuhan kasus mingguan yang cukup signifikan yakni 24 persen dimana 2 minggu saat PPKM Darurat, kasus konsisten mengalami kenaikan.

Sementara pada provinsi non-Jawa Bali, pada masa dari PPKM Darurat menuju PPKM level 1-4 masih terjadi sedikit kenaikan kasus yakni 3,6 persen. ”Kenaikan ini tidak setinggi minggu sebelumnya pada saat PPKM darurat yakni 53 persen,” jelas Wiku.

Menyesuaikan dengan PPKM level 1-4 ini Satgas juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) baru Nomor 16 tahun 2021 yang mengatur pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Dalam aturan tersebut, protokol kesehatan yang sebelumnya 5M yakni memakain masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, kini bertambah dengan protokol keenam yakni menghindari makan bersama. (tau/far/wan/lum/jpg)



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *