1.071 Orang Telah Kembali ke Kobar 

arus balik foto
ARUS BALIK: Penumpang kapal DLU saat tiba di Pelabuhan Panglima Utar Kumai saat arus balik lebaran. (Rinduwan/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Lebih dari 26 ribu orang memilih mudik menggunakan transportasi laut selama mudik lebaran 1444 Hijriah terhitung dari H-15 sampai H-2 lebaran. Sedangkan arus balik sendiri sudah mulai terjadi dan yang kembali ke Kobar sebanyak 1.071 orang.

Jumlah arus balik memang masih sangat minim, mengingat masih banyak pemudik yang ingin menikmati masa liburan di kampung halaman. Sehingga setiap kedatangan kapal ini sangat sedikit penumpangnya.

Kepala KSOP Kumai Hary Suyanto mengatakan, setelah sibuk dengan arus mudik, maka semua kembali sibuk dengan pelayanan arus balik lebaran. Pasalnya arus balik ini bisa lebih lama karena tidak ada batasan tanggal.

“Hanya saja untuk laporan ke pusat selam masa akutan mudik lebaran ini dihitung sejak H-15 sampai H+15 lebaran,” kata Hary.

Menurutnya jumlah warga yang mudik menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai dan Pelabuhan Roro di Tempenek Kumai mencapai 26.378 orang terhitung H-15 sampai hari H-2 lebaran. Mereka terangkut dengan 37 kunjungan kapal ke dua pelabuhaan tersebut.

Baca Juga :  Sungai Meluap, Kampung Bantaran di Pangkalan Bun Mulai Terendam

“Sedangkan dari jumlah orang yang mudik begitu besar tadi, ini baru kembali ke Kobar sampai H+5 baru 1.071, orang,” ujarnya.

Memang jumlah tersebut masih sangat kecil, karena setiap kapal yang tiba penumpangnya tidak sampai penuh. Padahal kapal angkutan arus balik ini juga sudah ada dispensasinya. “Yang datang itu kuota kapalnya belum terpenuhi dan belum sampai menggunakan dispensasi,” ujarnya.

“Sedangkan jika dilihat dari keberangkatan kapal setelah lebaran juga masih sangat tinggi. Dimana empat kali keberangkatan dengan tujuan ke Semarang ada 2. 391 penumpang,” jelasnya.

Sementara setelah H+7 lebaran diprediksi arus balik bakal terus bertambah banyak. Hingga arus balik balik diprediksi bisa lebih lama. (rin/sla) 

 

 

 

 

 

 



Pos terkait