SAMPIT, radarsampit.com – Sepekan sudah tenaga kesehatan dilibatkan melayani vaksin polio dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang digelar serentak Dinas Kesehatan Kotim.
Mulai 23 Juli hingga 30 Juli 2024, tenaga kesehatan yang bertugas tersebar di 21 puskesmas, 155 puskesmas pembantu (pustu), 315 posyandu memberikan layanan imunisasi vaksin polio kepada anak-anak berusia 0-7 tahun dengan target sebanyak 61.033.
“Pekan Imunisasi Nasional Polio sudah kami laksanakan selama sepekan dengan capaian 80,2 persen atau 48.943 anak yang sudah mendapatkan vaksin polio,” kata Umar Kaderi, Kepala Dinkes Kotim, Rabu (30/7/2024).
Selain di fasilitas kesehatan yang ada di 17 Kecamatan se-Kotim, Dinkes Kotim juga mengadakan Pos Pekan Imunisasi Nasional (Pospin) di sekolah, perusahaan dan tempat strategis lainnya.
“Setelah vaksin polio dosis satu ini, tenaga kesehatan di puskesmas masih berlanjut melakukan sweeping mulai hari ini sampai 3 Agustus 2024 untuk mengejar target 100 persen yang belum terlayani selama seminggu lalu. Rencananya hari terakhir sweeping, 3 Agustus 2024, kami akan menyediakan layanan Pos PIN polio di Citimal untuk menjangkau anak-anak yang belum sempat mendapatkan vaksin polio,” katanya.
Setelah putaran dosis pertama dan sweeping selesai, akan dilanjutkan imunisasi polio putaran dosis kedua pada 6-12 Agustus 2024 dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas, pustu dan posyandu yang akan melayani pekan imunisasi nasional polio.
“Kami harapkan semua anak berusia 0-7 tahun di Kotim mendapatkan layanan imunisasi vaksin polio secara menyeluruh tidak hanya vaksin dosis pertama tetapi juga melanjutkan pemberian imunisasi vaksin dosis kedua,” ujarnya.
Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio dilakukan sebagai tindaklanjut atas Surat Edaran Kemendagri 21 Juni 2024 lalu, tentang Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional dalam rangka penanggulangan kejadian luar biasa (KLB).
Dalam surat edaran Kemendagri tersebut, disampaikan bahwa ditemukan KLB Poliomyellrs atau Penyakit Polio (lumpuh layu) yang terjadi di tujuh Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan serta terdapat 32 provinsi dengan 399 kabupaten/kota yang berisiko tinggi Polio, perlu dilakukan pemberian imunisasi secara masif melalui kegiatan PIN dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutus transmisi virus polio.
Dalam hal ini, Gubernur dan Bupati/Walikota diminta untuk mendukung dan mengoptimalkan capaian pelaksanaan PIN dengan sasaran seluruh anak mulai usia 0-7 tahun tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.
Pekan Imunisasi Nasional Polio dilaksanakan dalam dua tahap. Dari 38 Provinsi se-Indonesia, hanya dilaksanakan di 33 Provinsi. PIN tahap 1 sudah dimulai 27 Mei 2024 lalu di enam Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan,Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
PIN tahap 2 akan dilaksanakan pada 23-30 Juli 2024 di 27 Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan,Lampung, Daerah
Khusus Ibukota Jakarta, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta (kecuali Kabupaten Sleman), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Di Kalteng tidak ada kasus polio, tetapi tetap jadi perhatian karena penduduk Kalteng terutama Kotim banyak,” katanya.








