Ada Apa Ini? Bupati Katingan vs Pejabat Pemprov Memanas

Sesalkan Pernyataan Terkait Bonus Umrah MTQ

ilustrasi umroh
Ilustrasi (radar madiun)

PALANGKA RAYA, radarsampit.com – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Katingan yang kini menjabat Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (KSDM) Suhaemi menyesalkan pernyataan Bupati Katingan Sakariyas terkait pembatalan bonus umrah untuk peserta MTQ XV tingkat Katingan. Hal itu dinilai sebagai upaya pembusukan karakter seorang figur publik.

Suhaemi menjelaskan, kehadirannya pada acara MTQ XV Tingkat Katingan mewakili Sekda Kalteng Nuryakin yang juga Ketua LPTQ Kalteng. Akan tetapi, kehadirannya tidak dihargai, sehingga yang sejatinya datang memberikan bonus sekaligus mencabut undian dua orang untuk umrah dibatalkan, karena tuan rumah dinilai tidak menghargai tamu yang diundang. ”Saat sampai lokasi acara, tidak dihiraukan protokol,” katanya.

Bacaan Lainnya

Suhaemi mengaku langsung menelepon Sekda Kalteng. Pihaknya sepakat membatalkan undian. ”Rencana pemberian bonus dua umrah kami cabut, karena saya tamu yang tidak dianggap atau tidak diinginkan hadir. Saya langsung pulang,” tegas Suhaemi.

Baca Juga :  Pemudik di Pelabuhan Sampit Capai 7.319 Orang, Diperkirakan Ada Pemudik Susulan

Sebelumnya, Sakariyas menyesalkan pembatalan bonus umrah dari Pemprov Kalteng. ”Membuat janji, tapi kok tidak konsisten. Ini kan membohongi orang. Apalagi yang mendapatkan bonus ini kan sudah dicabut kuponnya dan tiga orang yang dinyatakan beruntung. Tiba-tiba ada yang batal. Bayangkan apa jadinya? Ini kegiatan keagamaan. Jangan main-main,” kata Sakariyas kepada sejumlah wartawan, Selasa (27/6/2023).

Menurut Sakariyas, jika memang tidak ada niat memberikan bonus, seharusnya tidak perlu disampaikan agar tidak memberikan harapan bagi para kafilah.

Dia juga menegaskan, bonus umrah darinya tetap ada sesuai janjinya pada malam pembukaan kegiatan. ”Kemarin itu ada dua yang batal dari informasi yang saya terima. Namun, yang satunya Wabup yang menutupi. Terus yang satu lagi tidak ada yang menutupinya. Jadi, hanya dua orang saja yang akan berangkat umrah nanti,” katanya. (ewa/ign)



Pos terkait