Ancaman Penutupan Jalan dalam Kota Efektif, Sudah 22 Perkebunan Setor Dana Perbaikan Jalan

lingkar selatan sampit
TINJAU LANGSUNG: Bupati Kotim Halikinnor bersama sejumlah pejabat terkait meninjau langsung kerusakan jalan lingkar selatan Kota Sampit, Senin (25/7). (RADO/RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.comAncaman penutupan jalan dalam kota bagi angkutan berat efektif memaksa perusahaan ikut berpartisipasi menyumbangkan dana untuk perbaikan jalan lingkar selatan. Perkebunan tak ada pilihan selain menyepakati patungan perbaikan, karena mereka akan dirugikan apabila angkutan tak bisa operasional akibat penutupan jalan.

Pantauan Radar Sampit, sampai kemarin (17/8) sejumlah angkutan sawit masih kerap melintas di jalur dalam kota. Pemkab Kotim masih memberikan toleransi meski raksasa jalanan itu berpotensi membuat jalan dalam kota kian rusak, karena sebelumnya perusahaan telah menyatakan kesediaannya menyetor dana perbaikan di lingkar selatan.

Bacaan Lainnya

Sampai Selasa (16/8) lalu, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang telah menyetorkan dana perbaikan tercatat sudah mencapai 22 perusahaan. Masih ada 30 perusahaan yang diharapkan segera merealisasikan kesepakatan patungan itu, agar penanganan jalan bisa segera dilakukan.

”Perusahaan di wilayah Kotim seluruhnya berjumlah 39 PBS dan perusahaan di wilayah lintas Kotim, Seruyan, dan Katingan sebanyak 16 PBS. Ada dua PBS di luar wilayah Kotim dan di luar lintas Kotim juga ikut berkontribusi menyumbangkan dana untuk perbaikan jalan di lingkar selatan,” kata Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim Alang Arianto, Selasa (16/8).

Sesuai kesepakatan, puluhan perusahaan diminta menyumbang masing-masing sekitar Rp 50 juta untuk menimbun jalan. Apabila semua perusahaan menyumbang, ada 5.400 rit agregat kelas B yang bisa dibeli. Pekerjaan penimbunan dan perataan perbaikan jalur lingkar selatan nantinya akan dikerjakan pegawai teknis dari Dinas PUPRKP Kotim.

Bupati Kotim Halikinnor sebelumnya mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan normalisasi saluran drainase di sepanjang 1.600 meter pada sisi kanan dan kiri.

”Dinas PUPRKP Kotim sudah bekerja menangani normalisasi drainase. Sambil menunggu dana terkumpul semua dari perusahaan, pekerjaan normalisasi saluran drainase saya harapkan selesai. Setelah dana terkumpul semua, baru membeli materialnya,” ujarnya.

Halikinnor mengungkapkan, ada perusahaan yang masih mengurus proses pencairan dana. Awalnya mereka tidak siap, namun setelah semua perusahaan sepakat, pihaknya tinggal menunggu dana dari bantuan perusahaan terkumpul.

”Makanya, saya ingin nama perusahaan itu diekspose supaya perusahaan yang belum menyumbangkan dananya termotivasi untuk segera menyumbang,” ujarnya.

Halikinnor berterima kasih kepada perusahaan yang telah berpartisipasi untuk perbaikan jalan di jalur lingkar selatan. ”Karena mereka sudah ada iktikad baik, jadi kami bersabar menunggu sampai dana itu terkumpul semua. Baru kemudian membeli materialnya. Target saya, Agustus ini pekerjaan perbaikan jalan itu dapat diselesaikan secepatnya,” tandasnya. (hgn/ign)

 

Perkebunan yang Sudah Menyetor

1PT Borneo Sawit Perdana
2PT Nusantara Sawit Persada
3PT Uni Primacom
4PT Hutanindo Agro Lestari
5PT Sumur Pandan Wangi
6PT Musirawas Citra Harpindo.
7PT Katingan Indah Utama
8PT Mukti Sawit Kahuripan
9PT Surya Inti Sawit Kahuripan
10PT Wanayasa Kahuripan Indonesia
11PT Bumi Sawit Kencana
12PT Karunia Kencana Permai Sejati
13PT Mentaya Sawit Mas
14PT Mustika Sembuluh
15PT Karya Makmur Abadi
16PT Mulia Agro Permai
17PT Windu Nabatindo Lestari
18PT Gading Sawit Kencana
19PT Hutan Sawit Lestari
20PT Swadaya Sapta Putra
21PT Sarana Prima Multi Niaga
22PT Sapta Karya Damai

Pos terkait