SAMPIT – Pesawat Citilink yang dijadwalkan terbang dari Bandara Haji Asan Sampit menuju Surabaya, terpaksa harus tertunda selama dua jam, Rabu (22/9). Pasalnya, pesawat baling-baling itu mengalami kebocoran kecil pada ban bagian belakang.
Informasi dihimpun Radar Sampit, pesawat Citilink type ATR 72 600 membawa 43 penumpang dari Surabaya-Sampit pada Rabu (22/9) siang dan mendarat dengan mulus. Namun, ketika dijadwalkan terbang, kru maskapai penerbangan menyadari ada sobekan kecil pada bagian ban di bawah sayap kiri.
Pesawat terpaksa harus menunda keberangkatan selama dua jam. Meski kebocoran ban pesawat tidak terlalu parah dan pesawat masih bisa terbang, teknisi tetap melakukan perbaikan untuk menjamin keselamatan penumpang.
Plt Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan Bandara Haji Asan Sampit Edy Torang mengatakan, kebocoran pada ban pesawat bukan kewenangan bandara.
”Kewenangan bandara hanya sebatas menjaga keamanan bandara dan penumpang, mulai dari pintu masuk, check in, sampai naik pesawat. Terkait kebocoran pada ban pesawat menjadi ranahnya maskapai, sehingga kami tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut,” katanya, Kamis (23/9).
Pelaksana harian (Plh) Station Manager Citilink Sampit Nano Sukarno Gomes mengatakan, kebocoran pada ban pesawat normal dalam penerbangan.
”Tidak perlu dibesar-besarkan, karena ini normal dalam penerbangan. Saya infokan ini bukan insiden atau kecelakaan. Perihal penyampaian informasi ke media bukan kewenangan saya, sehingga saya tidak dapat memberikan keterangan detail, karena ada tugas dan bagiannya masing-masing,” ujar Nano.
Nano mengarahkan untuk menghubungi petugas yang membidangi media komunikasi di Citilink. Namun, setelah berkali-kali dihubungi melalui telepon, petugas yang bersangkutan belum merespons konfirmasi yang disampaikan Radar Sampit hingga tadi malam. (hgn/ign)








