Begini Hari-Hari Jhon Krisli setelah Tak Lagi Menjabat, Ada yang Lucu

Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga, Geluti Usaha Jasa Angkutan

Jhon Krisli
LEBIH BEBAS: Mantan Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli bersama keluarganya. (JHON KRISLI FOR RADAR SAMPIT)

Lima belas tahun lamanya Muhammad Jhon Krisli menjalani kehidupan sebagai pejabat di DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah tak lagi menjabat, bagaimana kehidupan mantan Ketua DPRD Kotim dua periode itu? Berikut tulisannya.

RADO, Sampit

Bacaan Lainnya

Jhon Krisli memulai karier politiknya sejak tahun 1998 sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan. Dia dibesarkan di partai berlambang banteng itu hingga menjadi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kotim saat Ketua DPC dijabat Supian Hadi (Bupati Kotim periode 2010-2015 dan 2016-2021).

Karier politiknya tergolong cemerlang. Sosoknya yang supel, mengantarkannya menjadi wakil rakyat periode hingga akhirnya dia diserahi tanggung jawab menakhodai lembaga tersebut.

Ketika menjabat Ketua DPRD Kotim, Jhon kerap silang pendapat dengan Pemkab Kotim yang dipimpin Supian Hadi. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap keduanya terlibat dalam perang dingin, meskipun sama-sama kader partai yang sama.

Jhon Krisli bahkan kerap mendapatkan teguran dari DPD PDIP Kalteng lantaran konfliknya dengan Supian Hadi kerap mencuat. Namun, Jhon kerap  menganggap langkah dan tindakannya merupakan bentuk pelaksanaan tugasnya sebagai legislator yang masih dalam koridor konstitusional.

Dalam kehidupannya, pria kelahiran Sampit, 13 Juni 1979 ini memiliki seorang istri bernama Hj Marni dan dikarunia empat orang anak. Yakni, Pebri Anggraini JK, Sahara Agnesia Pandehen JK, Muhammad Akbar Rivaldi JK, dan Geysa Naila JK.

Dalam pendidikan formalnya, Jhon Krisli telah menempuh jenjang pendidikan hingga Strata II dan meraih gelar Magister Sains pada tahun 2012 dari Universitas Darul Ullum  Surabaya.

Saat sidang tesisnya, Jhon dianggap yang terbaik saat itu karena topik bahasannya dianggap menarik. Setelah diwisuda S2, Jhon masuk Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tahun 2012 angkatan VI.

Saat ditemui Radar Sampit, Jhon Krisli tampak santai dengan gaya kasual duduk di salah satu kafe di Kota Sampit. Ditemani secangkir  es kopi dan sebatang rokok, pria berusia 42 tahun ini membuka pembicaraan dengan santai. Berikut kutipan wawancaranya.

 

Tanya (T): Apa yang digeluti sekarang setelah  tidak menjabat di DPRD dalam dua tahun ini?

Jawab (J): Sekarang waktu saya lebih banyak untuk urusan keluarga dan usaha saja. Urus anak sekolah. Dulu banyak waktu tersita untuk kegiatan kantor, sekarang banyak untuk yang sifatnya keluarga dan usaha saja.

 

T: Bagaimana rasanya setelah tidak menjabat  selama dua tahun terakhir ini. Apa ada yang berbeda?

J: Jelas  berbeda sekali. Dulu jadwal diatur protokol atau aspri (asisten pribadi, Red). Sekarang tidak ada lagi. Mau ke manapun bebas, tidak terikat jadwal dan kegiatan kedinasan. Dulu kalau ke mana-mana selalu ada sopir dan ajudan. Sekarang bisa nyetir sendiri. Kadang juga ada anak buah yang menemani.

 

T: Setelah melepas jabatan sebagai Ketua DPRD Kotim dan tak lagi bertugas, apa ada kejadian yang lucu? Misalnya, lupa kalau sudah tak lagi bertugas?

J: Benar. Itu memang terjadi. Hehehe. Saya sempat ingin berangkat ngantor, ketika beberapa hari setelah purna tugas. Untungnya ada yang mengingatkan bahwa sudah tidak menjabat.

 

T: Sekarang apa saja kesibukannya?

J: Ada usaha kecil-kecilan. Jasa angkutan. Selain itu, juga ada kegiatan di perusahaan perkebunan. Sekarang banyak kegiatan untuk mengisi waktu kosong.

 

T: Apa benar informasi yang menyebutkan, beberapa hari setelah lengser dari DPRD Kotim, langsung menempati posisi strategis di sebuah korporasi di Kotim.

J: Tidak ada yang salah, kan? Karena tidak menjabat lagi, jadi bebas. Sejak purna tugas kembali menjadi masyarakat biasa. Jadi, mau jadi komisaris, direktur, dan lain sebagainya bebas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *