Begini Sengitnya Perebutan Kursi Ketua DPD KNPI Kalteng

– Perebutan kursi Ketua KNPI Kalteng mencapai puncaknya
MENDAFTAR: Muhammad Alfian Mawardi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon ketua KNPI Kalteng di Aula KNPI Kalteng, Rabu (15/12). (DODI/RADAR SAMPIT)

PALANGKA RAYA – Perebutan kursi Ketua KNPI Kalteng mencapai puncaknya hari ini. Sejumlah calon yang disebut-sebut akan maju, berguguran jelang pendaftaran. Pemilihan secara musyawarah dan mufakat diharapkan terjadi dalam pelaksanaan Musda XV DPD KNPI Kalteng yang dimulai hari ini.

Setelah sebelumnya digembar-gemborkan akan ada lima kandidat yang maju menjadi calon ketua, sampai Rabu (15/12 ) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, hanya Muhammad Alfian Mawardi yang menyerahkan secara resmi berkas pendaftaran sebagai calon ketua.

Bacaan Lainnya

Ketua KNPI Kotim Endra Rosana yang sebelumnya mendeklarasikan diri siap maju, justru mendukung Muhammad Alfian Mawardi. Alfian memastikan diri maju untuk membangun KNPI agar lebih baik dan berkembang.

Selain itu, agar lebih bisa bermanfaat untuk pemuda-pemudi di Kalteng. Salah satunya agar pemuda bisa menjadi seorang pengusaha yang menciptakan lapangan kerja dan tetap menjaga marwah kepemudaan dalam kepemimpinan.

”Ini komitmen saya untuk KNPI ke depan agar lebih baik. Optimistis bisa mewujudkan hal tersebut. Apalagi saya didukung OKP maupun KNPI daerah, namun jumlahnya belum bisa saya sebutkan. Termasuk Cipayung plus dan KNPI Kotim,” ujarnya.

Alfian menegaskan, dirinya siap menang siap kalah jika memang ada calon lain yang berkompetisi. ”Ini merupakan pesta demokrasi. Saya mau KNPI lebih baik ke depan. Harus menang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Kotim Endra Rosana mengatakan, dirinya awalnya memang ingin mengikuti pemilihan Ketua KNPI Kalteng. Namun, dalam pertimbangan akhirnya, dia mendukung Alfian menjadi calon ketua KNPI Kalteng selanjutnya.

”Saya menilai Alfian mampu memimpin generasi muda dan mampu berkolaborasi bersama daerah. Saya yakin KNPI lebih baik,” ujarnya.

Bakal calon lainnya, Tri Bintang Wigustiar Putra dari Palangka Raya yang disebut-sebut akan maju, mengumumkan melalui akun Facebook-nya dirinya membatalkan diri mencalon. Pasalnya, langkahnya tersebut tak mendapat restu orang tua dan dengan berbagai pertimbangan lainnya. Dia juga memastikan akan mendukung siapa pun ketua terpilih nantinya.

Ketua Panitia Edi Alisaybana mengatakan, sebelumnya ada lima orang yang mengambil formulir pendaftaran. Hanya saja, baru Alfian Mawardi yang menyerahkan secara resmi menyerahkan formulirnya

”(Pendaftaran) kami tutup pukul 21.00 WIB. Sampai pukul 20.00 WIB, hanya Alfian menyerahkan berkas. Besok (hari ini, Red) kami akan gelar Musda KNPI Kalteng,” ucapnya.

Sementara itu, perebutan dukungan dari sejumlah kubu dikabarkan mulai memanas, yaitu dukungan berupa rekomendasi pencalonan, baik dari pengurus DPD KNPI kabupaten/kota maupun rekomendasi pencalonan dari pengurus Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tingkat Provinsi Kalteng. Pasalnya, rekomedasi dukungan tersebut menjadi syarat krusial pencalonan Ketua Umum DPD KNPI Kalteng periode 2021-2024.

Salah satu tokoh pemuda Kalteng, Rahmat Hamka Nasution menyarankan agar pelaksanaan pemilihan mengedepankan asas musyawarah mufakat. ”Bagusnya ada urung rembuk dari semua bakal calon dan meminta petunjuk pembina KNPI, dalam hal ini Gubernur Kalimantan Tengah agar bersinergi,” ujar Rahmat Hamka.

Pengamatan di lapangan, sejumlah tim suskes bakal calon ketua KNPI saling berebut dukungan. Terjadi saling klaim dukungan dan pembahasan peta dukungan dari KNPI kabuaten/kota.

Ada sebanyak 13 DPD kabupaten/kota yang diperebutkan dan saat ini sudah terdaftar lebih 60 OKP di sekretariat panitia. Rekomendasi dan dukungan suara DPD kabupaten/kota dan OKP inilah yang diperebutkan masing-masing bakal calon ketua umum. Untuk melaju sebagai syarat calon ketua, minimal mendapat dukungan 3 DPD KNPI kabupaten/kota dan 6 OKP Tingkat Provinsi.

Pos terkait