Belasan Ribu Ton Sampah Warga Sampit Tak Tertangani

sampah warga sampit
PENAMPUNGAN SAMPAH: Petugas kebersihan di DLH Kotim sedang mengeruk sampah yang berserakan di TPS 3R Jalan Kopi Selatan untuk diangkut dibawa ke TPA Jalan Jenderal Sudirman KM 14. (HENY/RADARSAMPIT) 

SAMPIT, radarsampit.com – Permasalahan sampah di Kota Sampit menjadi persoalan serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Volume sampah yang dihasilkan dari masyarakat Sampit terus mengalami peningkatan. Bahkan, ada 16.392 ton sampah per tahun yang tidak dikelola alias tidak tertangani.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Machmoer melalui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun DLH Kotim Gatot Ismutarto mengatakan, 38,71 persen atau 16.392 ton sampah per tahun yang tidak tertangani tersebut dihasilkan di luar depo yang disediakan Pemkab Kotim.

Bacaan Lainnya

“Sampah yang tidak dikelola dan tidak tertangani ini solusinya dengan cara kerja bakti di sekitar lingkungan RT. Apabila menemukan sampah menumpuk dibuang sembarangan, Ketua RT bisa langsung gerak cepat mengarahkan warga setempat untuk kerja bakti agar lingkungannya bersih dari sampah,” katanya.

Hingga saat ini, Pemkab Kotim melalui DLH Kotim telah membangun dan menyediakan empat depo besar di Jalan Pelita, Tartar, dan Belakang Swalayan Bintang. Ketiga depo besar ini berlokasi di wilayah Kecamatan MB Ketapang dan satu depo besar lainnya di Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang.

Baca Juga :  Festival Drumband di Lamandau Hanya Diikuti Tiga SD  

DLH Kotim juga menyediakan lagi tiga depo mini di Kecamatan Baamang yang berlokasi di Jalan Tidar, Sampurna, dan Antang serta satu TPS 3R di Jalan Kopi Selatan yang termasuk wilayah Kecamatan MB Ketapang. Sehingga total ada empat depo besar, tiga depo mini, dan satu TPS 3R  yang disediakan Pemkab Kotim.

“Setiap tahun volume sampah meningkat. Ada 76 ton sampah yang dihasilkan masyarakat per harinya yang dibuang di depo yang disediakan. Masyarakat ini pada dasarnya tidak mau repot dan kalau bisa membuang sampah dilokasi terdekat dengan rumahnya. Sehingga, masih ada tumpukan sampah yang dibuang sembarangan dibeberapa titik,” kata Gatot Ismutarto, belum lama ini.

Pemkab Kotim sudah mempunyai rencana jangka panjang dengan mengubah mindset masyarakat untuk mau mengelola sampah dan semaksimal mungkin memanfaatkan atau mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna. Selain itu, Pemkab Kotim juga terus merencanakan penambahan depo secara berkala menyesuaikan ketersediaan anggaran.



Pos terkait