Berteduh, Pekerja Harian di Pangkalan Banteng Tewas Tersambar Petir

ILUSTRASI-HUJAN-PETIR
Ilustrasi. (net)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Amukan alam di Kabupaten Kotawaringin Barat menelan korban jiwa. Satu orang tewas tersambar petir di kawasan perkebunan karet di Desa Sungai Hijau, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (22/10/2023).

Korban yang berdomisili di Desa Sungai Pakit meninggal tersambar petir saat sedang berteduh dengan empat rekan kerjanya di areal pembongkaran (replanting) tanaman karet.

Bacaan Lainnya
Gowes

Informasi dihimpun, korban bernama Eman (41) merupakan pekerja pemotong pohon karet di areal pembongkaran (replanting). Saat itu korban dan rekannya berteduh di tenda terpal yang mereka siapkan.

Saat kejadian hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kuat dugaan saat itu korban menggunakan telepon selulernya. Korban meninggal di tempat kejadian, selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Karang Mulya.

”Di lokasi itu ada mandor, dua karyawan, satu helper, dan satu pekerja harian (korban). Mereka berteduh, dan dari teman-teman lainnya menyebut, korban saat itu sedang mengoperasikan handphonenya,” kata Dicky, salah seorang warga Sungai Hijau.

Baca Juga :  Jualan Sabu, Waria di Sampit Ini Diciduk Polisi

Dia menambahkan, kemungkinan handphone tersebut digunakan untuk menghubungi istrinya. ”Kalau kata rekannya, biasanya kalau jam istirahat selalu pulang. Mungkin saat itu mau mengabarkan ke istrinya kalau tidak pulang karena hujan,” lanjutnya.

Perangkat Desa Sungai Pakit Mulyono mengatakan, informasi yang ia peroleh, usai sambaran petir itu, rekan korban yang selamat sempat merangkak untuk menyelamatkan diri.

”Dugaannya petir langsung menyambar korban, karena pohon di dekatnya tidak terkena imbas sama sekali. Kemudian setelah sambaran petir, empat rekannya lemas dan mencoba menjauh dari lokasi dengan merangkak. Intinya mau menyelamatkan diri,” terangnya.

Menurutnya, korban baru sekitar satu minggu tinggal di Sungai Pakit. Secara administrasi kependudukan, korban ber-KTP Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara.

”Tinggal di Sungai Pakit di barakan (ngekos). Informasinya sebelum ke Sungai Pakit domisilinya di Amin Jaya. Kejadian siang, kemudian sore harinya langsung dimakamkan di desa kami,” katanya.



Pos terkait