BUKA-BUKAAN!!! Perang Bintang Kasus Tambang, Ismail Bolong Dipaksa Brigjen Hendra Bikin Testimoni

polisi
Ilustrasi. (net)

JAKARTA, radarsampit.com – Bagi yang menduga bakal ada yang buka-bukaan kartu truf paska kasus Sambo anda boleh tersenyum. Kini muncul kasus testimoni Ismail Bolong yang merupakan purnawirawan Polri terkait setoran tambang ilegal di Kalimantan Timur. Dalam testimoni pertamanya, dia menyebutkan menyetor Rp 6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk mengamankan tambang ilegalnya.

Namun, dalam testimoni keduanya, Ismail mencabut pernyataannya. Serta, menyebut bahwa testimoni setoran ke Kabareskrim itu dibuat pada Februari lalu atas desakan Brigjen Hendra Kurniawan, yang saat itu menjabat Karopaminal.

Bacaan Lainnya

Dalam testimoni pertama, Bolong mengaku merupakan pengepul batu bara illegal di Kutai Kertanegara sejak 2020 hingga 2021. Aktivitas illegal tersebut merupakan inisiatif pribadinya. ”saya mohon maaf ke pimpinan,” ujarnya.

Selanjutnya, dia menyebutkan bahwa keuntungan dari tambang ilegalnya itu mencapai Rp 5 miliar hingga Rp 20 miliar per bulannya. Aktivitasnya tersebut telah diketahui Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. ”Karenanya saya menyetor uang sebanyak tiga kali, Oktober 2021 setor rp 2 miliar. Lalu, September Rp 2 miliar dan November memberikan Rp 2 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Babat Bibit Penjahat Jalanan, Balap Liar Harus Dihentikan

Penyetoran itu langsung diberikan ke Komjen Agus Andrianto saat bertemu di ruang kerjanya di Gedung Bareskrim. ”Saya juga memberikan bantaun Rp 200 juta ke Kasatreskrim Polres Bontang AKP Asriadi yang diserahkan langsung ke beliau,” jelasnya.

Setelah video testimoni pertama itu, lantas muncul video testimoni kedua yang dilakukan Ismail Bolong. Dia menyebutkan merupakan anggota Polri yang telah pension dini sejak Juli 2002. ”Saya minta maaf dan saya klarifiksi bahwa berita itu tidak benar,” ujarnya.

Menurutnya, belum pernah sama sekali berkomunikasi dengan Kabareskrim. Bahkan, juga tidak mengenal Komjen Agus Andrianto. ”Tidak pernah memberikan uang,” urainya.

Pos terkait