Bupati Kotim Ingin Beras Siam Epang Jadi Brand Sampit 

BUPATI-KOTIM-HALIKINNOR
WAWANCARA: Bupati Kotim Halikinnor saat diwawancarai wartawan, Kamis (18/5).

SAMPIT – Setelah menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI atas kekayaan intelektual beras Siam Epang, Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor ingin agar beras tersebut menjadi brand Sampit.

”Saya ingin beras Siam Epang jadi brand Sampit. Mau saya begitu, sehingga muncul brand Sampit-nya,” ujar Halikinnor.

Bacaan Lainnya

Pekan lalu, Halikinnor menerima sertifikat IG yang diserahkan langsung Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Arfan Faiz Muhlizi dari Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) atas kekayaan intelektual beras Siam Epang.

Sertifikat itu diterima karena beras tersebut merupakan bagian dari kekayaan intelektual komunal yang khas. Tidak hanya ada campur tangan manusia, tapi ada pengaruh alam, sehingga tidak bisa disamakan dengan beras di daerah lain.

”Bersyukur kita menerima sertifikat IG. Ini (mendapatkan sertifikat) berjalan cukup panjang. Beberapa tahun. Sekarang sudah betul-betul diakui dan terdaftar di Indonesia. Kita menjadi salah satu, bahkan di Kalteng pertama kali yang memperoleh IG tersebut,” kata Halikinnor.

Baca Juga :  Tutup Tahun, Pemkab Kotim Bakal Lakukan Ini

Atas hal itu, Halikinnor telah meminta satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) dikoordinir oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim untuk mengembangkan varietas keunggulan tersebut, karena beras itu ditemukan di daerah Kotim.

Selama ini, kata Halikinnor, gabah dibeli oleh Kalimantan Selatan. Ke depannya Halikinnor ingin agar pengolahan dilakukan di wilayah ini, sehingga menjadi brand Sampit.

Pos terkait