Cek Siapa Saja yang Berpotensi Lolos Jadi Anggota DPRD Kotim

Gerindra Berpeluang Masuk Unsur Pimpinan DPRD Kotim

dprd kotim
Ilustrasi. (M Faisal/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.com – Sengitnya persaingan memperebutkan 40 kursi DPRD Kotawaringin Timur, membuat sejumlah pentolan partai politik harus tersungkur. Perolehan suara mereka kalah jauh dari caleg lainnya. Padahal, rekam jejak para elite politik itu sangat mumpuni dalam pesta demokrasi sebelumnya.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh Radar Sampit, sejumlah elite parpol yang berpotensi besar gagal melenggang, yakni Rudini (Ketua DPD PAN Kotim), Jhon Krisli (Ketua DPC Demokrat Kotim), M Shohibul Hidayah (Ketua DPC PKB Kotim), Zam’an (Ketua DPD Golkar Kotim), dan Hari Rahmat Pancasetia (Ketua Partai Hati Nurani Rakyat Kotim).

Bacaan Lainnya

Paling mengejutkan remuknya suara Rudini yang bertarung di dapil I. Dalam beberapa kali pemilihan, Rudini mampu melenggang ke DPRD Kotim. Bahkan, dalam ajang pemilihan kepala daerah, sosoknya tak bisa dianggap enteng, karena mampu mendulang suara cukup besar, terutama di wilayah kota.

Rudini kalah bersaing dengan dua kolega separtainya yang berpeluang besar merebut kursi DPRD Kotim dari PAN, yakni Kurniawan dan Arif Rakhman Hakim. Meski masih terbilang terlalu dini karena rekapitulasi suara di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang masih berjalan, dari data yang diperoleh Radar Sampit, suara Rudini kecil kemungkinan mendapatkan kursi DPRD Kotim.

Pertarungan di dapil IV Kotim juga tak kalah sengit. Politikus kawakan Jhon Krisli yang sudah lama malang melintang di dunia politik, tak mampu mendulang suara untuk melenggang ke lembaga wakil rakyat. Nama besarnya belum jadi pilihan sebagian besar warga.

Bertarung dengan seragam partai Demokrat, dari data sementara, mantan pentolan PDIP ini juga boleh dibilang gagal membawa partainya merebut minimal satu kursi di wilayah itu. Tujuh kursi dapil 4 diperkirakan akan jatuh pada PDIP (2 kursi), Gerindra, PAN, PKB, PKS, dan Golkar masing-masing satu kursi.

Tambah Kursi di DPRD Kotim

Sementara itu, berdasarkan hitungan sementara, setidaknya ada empat partai yang akan menambah kursi di DPRD Kotim. Yakni PDI Perjuangan dari sebeelumnya 7 kursi menjadi 10 kursi. Disusul Partai Gerindra bertambah 1 kursi menjadi 6 kursi.

Gerindra berpotensi menggeser posisi Golkar dan PAN di unsur pimpinan DPRD Kotim. Kemudian, ada PKB yang menambah jumlah kursi dari 4 menjadi 5, dan PKS menambah satu kursi menjadi total dua kursi.

Sementara itu, Golkar, PAN, dan Demokrat dipastikan akan mengalami penurunan jumlah kursi dari pemilu sebelumnya. Pasalnya, caleg pendatang baru mampu menggulung suara caleg-caleg andalan yang diusung ketiga partai tersebut.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kotim M Shohibul Hidayah memastikan kursi PKB akan bertambah melihat hasil hitung cepat Pemilihan Legislatif DPRD Kotim. ”Dipastikan kursi PKB akan bertambah dari empat jadi lima,” katanya.

Berdasarkan hasil sementara, penambahan kursi PKB yaitu di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, yang sebelumnnya tidak memiliki jatah kursi. Dalam pileg tahun ini, PKB diperkirakan mampu merebut minimal satu kursi di semua dapil.

Perjuangan PKB merebut kursi cukup sengit. Dapil 1 yang semula diisi Bima Santoso, berpotensi digantikan Muhammad Idi. Di dapil 2, meski PKB ditinggalkan tokoh kuat, tetap berhasil mempertahankan kursi dengan nama Marudin. Marudin merupakan anggota DPRD Kotim aktif setelah dilantik sebagai PAW (pengganti antar waktu).

Kemudian, di dapil 3 PKB, unggul dan merebut satu kursi Golkar atau Nasdem, dengan nama yang kemungkinan duduk, H Zainuddin atau Pangistusi. Dapil 4, kursi PKB kemungkinan diisi nama baru, yaitu Reno yang sementara unggul dari Memey Wulandari. Dapil 5 tetap diisi dengan tokoh kuat, yaitu M Abadi yang merupakan petahana.

Pos terkait