Dalam 7 Hari, Ratusan PKL Harus Pindah

Direlokasi ke Pasar Palangka Indah

Camat Pahandut Berlianto berdiskusi bersama perwakilan perindag, Satpol-PP, perhubungan, PU, Koramil, Polsek Pahandut dan pengurus pasar besar
Camat Pahandut Berlianto berdiskusi bersama perwakilan perindag, Satpol-PP, perhubungan, PU, Koramil, Polsek Pahandut dan pengurus pasar besar, untuk merelokasi ratusan PKL ke Pasar Palangka Indah, yang rencananya dimulai hari ini.(istimewa)

PALANGKA RAYA. RadarSampit.com – Dinilai tidak pada tempatnya, sekaligus bisa membahayakan pengguna jalan lantaran berjualan di pinggir jalan dan menggunakan gerobak maupun mobil pikap, ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Jawa dan Bangka Kota Palangka Raya diharuskan pindah tempat.

Lokasi baru yang bisa mereka tempati, yakni di lapak resmi dan digabungkan di Pasar Palangka Indah.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Camat Pahandut Berlianto menjelaskan, penertiban PKL itu agar Palangka Raya benar-benar menjadi kota Cantik, yakni bersih dari sampah,banjir dan pedagang tertib berjualan di lokasi yang sudah ditentukan. Sebab tegasnya, selama ini para PKL itu berdagang di pinggir jalan dan mengganggu arus lalu lintas di sekitar Kawasan Pasar Besar.

Diungkapkannya, ada 104 PKL terdiri dari 82 orang pedagang di Jalan Jawa dan 22 pedagang di Jalan Bangka yang direlokasi ke Pasar  Palangka Indah. Dan, Langkah itu akan dilakukan sesegera mungkin.

Baca Juga :  Susun Dokumen Rancangan Awal Perubahan RPJMD 2019-2024

“Kita sudah melaksanakan rapat di pos polisi pasar besar terkait penataan pedagang yang berada di badan jalan. Dalam 7 hari kedepan akan diberikan waktu untuk diarahkan ke pasar Palangka Indah  yang masih kosong. Mulai besok ( red: hari ini) kita gelar apel pembagian tugas untuk merealisasikan hal tersebut. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” ujar Berlianto, Rabu (22/6) kemarin.

Menurutnya, proses relokasi itu juga melibatkan Dinas Perdagangan setempat, petugas Satpol-PP, Dinas Perhubungan, Dinas PU, Koramil, Polsek Pahandut dan pengurus pasar besar.

“Sesuai arahan dan petunjuk pak wali kota untuk terciptanya Palangka Raya yang indah diperlukan penataan. Salah satunya adalah penataan pedagang yang berada di bahu jalan yang sebenarnya diperuntukkan untuk pengguna jalan,” pungkas Berlianto.

Pos terkait