Desa Lain Mulai Surut, Hanjalipan Masih Kebanjiran

banjir
PEMANTAUAN: Tim BPBD Kotim melakukan pemantauan banjir di Desa Hanjalipan menggunakan bantuan perahu karet. (BPBD KOTIM UNTUK RADAR SAMPIT)

SAMPIT, radarsampit.com – Saat banjir puluhan desa dan kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah berangsur surut pekan lalu, warga di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kotabesi, harus lebih bersabar. Bencana tersebut masih belum berlalu.

”Banjir sudah mulai menggenang jalan desa dan sampai masuk rumah warga terjadi selama dua minggu ini. Saat ini sudah mulai surut. Air sudah tidak merendam rumah, hanya merendam jalan desa, terutama dataran yang paling rendah,” kata Sapransyah, Kepala Desa Hanjalipan, Jumat (10/5/2024).

Bacaan Lainnya

Banjir yang bertahan cukup lama dibandingkan desa dan kelurahan lainnya sudah menjadi hal biasa dialami warga.

”Warga Desa Hanjalipan sudah terbiasa menghadapi banjir. Kalau wilayah utara Kotim mulai kebanjiran, air pasti bermuara ke Desa Hanjalipan karena lokasinya berada di pinggir sungai yang pasti risikonya rawan banjir dan biasanya surutnya belakangan. Lebih lama dibandingkan desa dan kelurahan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Sementara Hentikan Program Pembangunan untuk Sehatkan Anggaran Daerah

Sapransyah mengatakan, BPBD Kotim juga telah melakukan pemantauan ke Desa Hanjalipan dan mendirikan tenda pengungsian untuk berjaga-jaga jika debit air meninggi karena faktor hujan atau air pasang.

”BPBD Kotim dan BPBD Murung Raya ada melakukan pemantauan dan sudah dari kemarin mendirikan tenda di seberang desa, tapi belum ada warga kami yang mengungsi ke sana,” ujarnya.

Sebagai informasi, banjir yang terjadi Senin (29/4/2024) dini hari telah merendam 26 desa dan 5 kelurahan dari 9 Kecamatan MB Ketapang, Baamang, Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hilir Utara, Bukit Santuai, Parenggean, dan Kotabesi.

Dari kejadian banjir yang terdata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, tercatat ada 1.756 KK atau 3.773 jiwa yang terdampak banjir dan 435 rumah terendam.

”Hasil pengolahan data laporan banjir ini mengutamakan kecepatan dan bisa mengalami perubahan dan ada kemungkinan jumlahnya lebih dari ini. Namun, untuk saat ini kondisi banjir di beberapa kecamatan sebagian besar sudah surut,” kata Multazam, Kepala Pelaksana BPBD Kotim.



Pos terkait