DUH!!! Bupati Kotim pun Sering ”Terbang” Lewat Palangka Raya gara-gara Ini

rute baru bandara sampit
PERTEMUAN: Bupati Kotim Halikinnor didampingi Sekda Kotim, Kadishub Kotim, jajaran pegawai Bandara Haji Asan Sampit berfoto bersama dengan Direktur PT Smart Cakrawala Aviation beserta jajaran tepat di depan pesawat Cessna C208 yang mendarat di Bandara Haji Asan Sampit, Sabtu (18/2) siang.

SAMPIT, radarsampit.com – Rencana perluasan landasan pacu (runway) Bandara Haji Asan Sampit bakal menelan anggaran sekitar Rp60 miliar. Pemkab Kotim telah menyelesaikan pembebasan lahan di jalur landasan.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, sebelum Covid-19 pada 2019 lalu, Kementerian Perhubunag (Kemenhub) pernah menganggarkan peningkatan dan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit. Namun, dalam perjalanannya, lahan belum clear, sehingga anggaran yang disiapkan belum bisa terealisasi.

Bacaan Lainnya

”Begitu saya menjadi Bupati Kotim, saya prioritaskan agar segera diselesaikan pembebasan tanah. Persoalan tanah sudah clear, ternyata kita menghadapi Covid-19. Waktu itu saya berusaha menghadap Menteri Perhubungan RI langsung. Beliau menyampaikan nanti akan dipertimbangkan dan akan diupayakan tahun 2023. Tahun ini sebenarnya,” kata Halikinnor, Senin (20/2).

Kendati demikian, Halikinnor mengatakan, semua kementerian mengalami pengurangan anggaran. Dalam perencanaan tahun 2022, Covid-19 dinilai masih mengancam, sehingga anggaran masih ditujukan untuk penanganan pandemi.

Baca Juga :  Satu Korban Patah Tulang, Satunya Luka Parah di Wajah

Halikinnor belum bisa memastikan apakah Kemenhub telah menganggarkan untuk perluasan landasan atau belum. ”Sampai saat ini informasi sementara dari Kepala Bandara belum tahu ada atau tidaknya anggaran APBN untuk perluasan landasan, walaupun master plan sudah masuk di Kemenhub. Ada kemungkinan belum teranggarkan,” katanya.

Oleh karena itu, Halikinnor akan berkomunikasi dan menghadap Menhub untuk memastikan anggaran tersebut. Apabila tidak ada kepastian, dia akan koordinasikan dengan DPRD Kotim untuk menggunakan APBD.

”Memang seharusnya pusat yang mengganggarkan pakai APBN, tetapi ini kan kebutuhan kita (Kotim) dan ini memang harus diupayakan karena ini menyangkut fasilitas publik yang sangat vital,” tegasnya.

”Saya khawatir kalau tidak segera mengupayakan perluasan landasan, NAM Air saja tinggal satu pesawat yang beroperasi. Jangan sampai malah berhenti beroperasi, maskapai penerbangan semakin sepi, rute semakin sedikit, layanan di bandara menjadi tidak berfungsi maksimal,” tambahnya.



Pos terkait