DUHH!!! Kelotok Wisata Gosong Beras Basah Tak Dilengkapi Pelampung Keselamatan

gosong beras basah
GOSONG BERAS BASAH: Pengunjung saat menuju Gosong Beras Basah dari Desa Teluk Bogam menggunakan perahu tanpa dilengkapi pelampung belum lama ini. (Istimew/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN,RadarSampit.com –  Sejumlah perahu (kelotok) wisata yang melayani wisatawan menuju Gosong Beras Basah, di Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat tidak dilengkapi dengan alat keselamatan seperti jaket pelampung (life jacket)

Padahal, untuk menuju destinasi wisata baru di pesisir Kecamatan Kumai itu membutuhkan waktu antara 25 sampai 30 menit dengan gelombang laut tak terduga dan angin bertiup cukup kencang.
Bahkan agar tidak berbahaya motoris membatasi jumlah pengunjung dalam satu perahu antara 8 sampai 10 orang, namun ada motoris yang nekat membawa penumpang hingga 15 orang.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang akan berkunjung ke Gosong Beras Basah di jalur Laut Jawa khawatir, namun rasa takut itu terkalahkan dengan keinginan untuk mengunjungi wisata dengan lautan biru dan pasir putihnya.
“Saya beberapa kali bersama keluarga ke Gosong Beras Basah, saat itu kondisi gelombang lumayan besar, dan kita sempat khawatir karena perahu kecil dan tidak ada pelampung yang disediakan, tapi Alhamdulilah bisa sampai dan pulangnya selamat,” ujar Hesti.
Ia berharap agar pemerintah desa setempat dapat memperhatikan alat keselamatan tersebut, terlebih destinasi baru tersebut saat ini menjadi favorit warga Kobar ketika akhir pekan. Dijelaskannya bahwa Gosong Beras Basah berbeda dengan pantai pada umumnya di selatan Kalimantan yang terdapat lumpur, karena selain pasirnya putih airnya juga jernih.
Warga Desa Teluk Bogam, Kecamatan Kumai, Sadam Husein mengatakan bahwa kondisi laut tidak selamanya teduh, bisa saja tiba-tiba cuaca berubah buruk, sehingga pelampung harus menjadi prioritas utama. Dan hal ini harus diperhatikan oleh instansi terkait.
“Namanya di laut kadang cuaca berubah tiba-tiba, bisa saja saat berangkat teduh dan di tengah laut tiba-tiba cuaca kurang bagus dan pelampung sejatinya wajib disiapkan, tetapi memang kendalanya untuk membeli harganya mahal, tapi ada yang menyiapkan pelampung dari ban,” terangnya.
Selain pelampung, sarana dan prasaran di lokasi juga butuh peningkatan, misalnya tempat berteduh, karena saat siang hari cuaca begitu panas. Terlebih sudah banyak masyarakat yang mencari penghasilan tambahan dengan berjualan di gosong tersebut.
Untuk diketahui bahwa Gosong Beras Basah adalah hamparan pasir putih yang menyembul di permukaan laut, hamparan pasir putih beras basah memanjang dari pantai Teluk Bogam ke arah laut Jawa sepanjang hampir lima kilometer. (tyo/sla)

Baca Juga :  Kunjungan Wisatawan ke Kobar Anjlok, Diperparah Kurangnya Promosi 

Pos terkait