Kondisi Kerangka Temuan Tidak Lengkap, Dugaan Mutilasi Mulai Menyeruak

tkp tengkorak 1
TKP PENEMUAN: Lokasi penemuan kerangka manusia telah dipasnag garis polisi. Jumlah tulang yang ditemukan tidka lengkap. Kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut. ( Sulistyo/Radar Pangkalan Bun)

PANGKALAN BUN,RadarSampit.com – Identitas kerangka manusia yang ditemukan di Jalan Teratai II, RT 04, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat masih belum dapat diungkap.

Selain sudah tidak bisa dikenali karena hanya menyisakan tulang belulang, petunjuk selain sebuah kalung warna hitam, juga terdapat selimut dan kabel berwarna biru. Selimut tersebut diduga digunakan untuk membungkus mayat sebelum dimasukan dalam karung, sementara kabel yang ditemukan diduga untuk mengikat ujung karung yang sudah berisi mayat.
Dokter Ahli Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dr Eryanto Tanjung menegaskan bahwa hasil forensik sudah jelas bahwa kematian diakibatkan adanya trauma berat di bagian kepala hal itu ditandai adanya pembekuan darah di tulang tengkorak.
“Hasil forensik sudah ada, baik usia, jenis kelamin maupun berapa lama dari awal kematian sampai ditemukan, serta akibat kematian adanya trauma berat di kepala,” tegasnya, Jumat (6/8).
Terkait dengan apakah korban sebelumnya dimutilasi, ia belum dapat menyimpulkan hal itu, meski demikian ia menyebut memang saat ditemukan kerangka korban tidak utuh, ada beberapa bagian yang tidak ada.
Disebutkannya, bahwa struktur tulang manusia lengkapnya bisa mencapai sekitar 200 potong, namun kerangka tulang yang ditemukan kemarin hanya berjumlah 38 potong. Selain itu tulang belulang yang sudah 3 sampai 6 bulan ditanam tersebut kondisinya sudah tidak bersih lagi atau tidak berwarna putih lagi tetapi sudah berwarna kecoklatan.
Ketika ditanyakan selain kalung sebagai petunjuk, apakah ada barang lain yang terdapat dalam karung tersebut. Terhadap jumlah kerangka yang hanya 38 tersebut, ia belum bisa menyimpulkan apakah ada TKP lain selain di lokasi tersebut, namun berdasarkan keterangan kepolisian bahwa di sekitar lokasi sudah disisir dan tidak ditemukan tengkorak lainnya.
“Hanya 38 tulang, banyak bagian yang tidak ada seperti bagian tulang kaki, tulang iga, tulang leher dan tulang rahang, selain itu ada kabel dan juga selimut,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa warga Jalan Malijo, Gang Berlian, RT 09, RW 03, Kelurahan Madurejo yang merupakan pekerja di lahan milik Aslim, saat menyemprot rumput menemukan kerangka yang diduga manusia yang terbungkus dalam karung di rerimbunan semak yang mengering dan melaporkan kepada ketua RT 04, Desa Pasir Panjang yang kemudian meneruskan kepada pihak yang berwajib. (tyo/sla)

Baca Juga :  Cuaca Panas, Karhutla Kembali Terjadi

Pos terkait