Dulu Licin Berlumpur, Sekarang Mulus Dicor Beton

Pembangunan Jalan Di Lamandau Tumbuhkan Ekonomi Empat Kecamatan

Dulu Licin Berlumpur Sekarang Mulus Dicor Beton
PEMBANGUNAN JALAN: Jalan Perigi – Beruta dulu dan sekarang yang menjadi fokus pembangunan Pemerintah Kabupaten Lamandau demi kesejahteraan masyarakat. (ISTIMEWA/RADAR SAMPIT)

NANGA BULIK – Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai urat nadi pertumbuhan suatu daerah menjadi salah satu fokus pemerintah Kabupaten Lamandau. Untuk itu melalui program multi years, Pemerintah Kabupaten Lamandau melakukan peningkatan Jalan Perigi – Beruta.

Ini adalah salah satu upaya dalam mewujudkan Visi Kabupaten Lamandau, yakni Bergerak Cepat Membangun Kabupaten Lamandau Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Lamandau Juara (Jujur, Unggul, Adil, Religius dan Aman).

Di mana pada misi kelima Kabupaten Lamandau, yakni meningkatkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Ruas jalan ini adalah penghubung antar empat kecamatan di Kabupaten Lamandau, sehingga jalan ini sangat penting sebagai jalur utama urat nadi perekonomian dan segala aktivitas masyarakat,” ungkap Bupati Lamandau H Hendra Lesmana.

Dulu Licin Berlumpur Sekarang Mulus Dicor Beton
Kondisi jalan setelah dibangun

Kondisi Jalan Perigi – Beruta yang baik akan bermanfaat memperlancar arus transportasi sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi, sosial dan budaya di Kabupaten Lamandau.

Khususnya masyarakat di Kecamatan Bulik, Kecamatan Belantikan Raya, Kecamatan Bulik Timur, dan Kecamatan Lamandau karena merupakan akses dari desa pada kecamatan-kecamatan tersebut menuju ke Ibukota Kabupaten Lamandau, Nanga Bulik.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR melalui Kabid Bina Marga Nozul, ST.MT membeberkan bahwa tujuan program ini adalah meningkatkan ketersediaan infrastruktur jalan dalam kondisi baik atau meningkatkan standar pelayanan minimum (SPM) Jalan Perigi – Beruta.

Program peningkatan Jalan Perigi – Beruta ini waktu pelaksanaannya selama 510 hari dimulai sejak 27 Juli 2021 dan diharapkan selesai lebih cepat dari batas akhir kontrak tanggal 18 Desember 2022.

Dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Bukit Telawi dan konsultan pengawasan PT Tema Karya Mandiri. Nilai kontrak total sebesar Rp.71.080.700.000 bersumber dari APBD Kabupaten Lamandau yang dikucurkan dalam 3 tahun anggaran. Yakni tahun 2021 sebesar Rp 14,6 miliar lebih, lalu tahun ini sebesar Rp 43 miliar dan tahun depan sisanya Rp 13,4 miliar.

Dulu Licin Berlumpur Sekarang Mulus Dicor Beton
Kondisi jalan sebelum dibangun

Jalan yang dibangun sepanjang 10.539 meter tersebut terdiri atas rigid pavement sepanjang 10.300 meter, flexible pavement sepanjang 139 meter, overlay jembatan perigi 100 meter. Selain itu juga ada pekerjaan box culvert sebanyak 7 unit. Dan terakhir progres pekerjaan jalan telah mencapai 41,34 persen.

“Alhamdulillah setelah belasan tahun akhirnya kami bisa juga merasakan jalan yang nyaman. Tidak lagi becek penuh kubangan dan rawan kecelakaan saat musim hujan,” ungkap Reza salah satu warga Kecamatan Bulik Timur. (mex/sla)

 

 

 

Pos terkait