Emosi Tak Terkendali! Pertengkaran Keluarga di Seruyan Dipungkasi dengan Sabetan Parang

pembacokan tanjung hara
LUKA PARAH: Korban saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit usai mengalami luka pada tangan kirinya. Jumat (3/10) sore. (POLRES SERUYAN/RADAR SAMPIT)

Radarsampit.com – Suasana damai di Desa Tanjung Hara, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan, Kalteng mendadak mencekam pada Jumat (3/10/2025) sore.

Sebuah pertengkaran keluarga berubah menjadi aksi penganiayaan berdarah hingga membuat seorang pria terluka parah akibat sabetan parang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.50 WIB itu bermula ketika tersangka berinisial S terlibat cekcok dengan adik iparnya. Emosi yang memuncak membuat S kehilangan kendali hingga memukul-mukul rumah adik iparnya menggunakan sebilah parang.

Baca Juga :  Sampit Geger! Duel Brutal Dua Pria di Eks Golden Mentaya

Melihat situasi memanas, korban Yayan Adi Saputra berusaha menenangkan S. Namun, niat baik itu justru memicu kemarahan tersangka yang langsung menyerang korban. Tak terima, Yayan sempat mengambil parang untuk menghadapi pelaku.

Pertemuan keduanya kembali memanas hingga akhirnya S mengayunkan parang ke arah korban dan mengenai tangan kirinya. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang cukup serius.

Kasi Humas Polres Seruyan, Iptu Yudi Hernawan, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil mengamankan satu buah sarung parang dari lokasi kejadian sebagai barang bukti.

“Sementara parangnya masih dalam pencarian, diduga sempat diamankan oleh pihak lain setelah kejadian,” ujar Yudi, Sabtu (4/10/2025).

Ia menegaskan bahwa kasus ini tengah ditangani Polsek Hanau, dan pelaku akan diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan menangani perkara ini secara profesional. Tidak ada toleransi bagi tindakan kekerasan,” tegasnya.

Baca Juga :  Dirawat Intensif di RSUD Murjani, Inilah Dugaan Pemicu Duel Berdarah di Eks Golden Mentaya

Yudi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan kekerasan, karena hal itu hanya akan memperburuk keadaan.

“Masalah keluarga seharusnya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan parang,” pungkasnya.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk mencari barang bukti utama yang hilang serta memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian. (rdw)

Pos terkait