Erfin Dewi Sudanto, Caleg DPRD Bondowoso yang Ingin Jual Ginjal 

Ada Tiga Calon Pembeli Ditolak karena Tak Sesuai Syarat

erfin dewi sudanto
JUAL GINJAL: Caleg DPRD Bondowoso Erfin Dewi Sudanto yang berniat menjual ginjal untuk biaya politik.

Erfin Dewi Sudanto akhirnya bisa ditemui setelah sekian lama sulit untuk dijumpai karena mengaku sibuk dalam urusan pekerjaan. Saat itu, Erfin berada di ruang tamu rumahnya bersama dengan saudara yang tengah berkunjung.

SIANG itu, Erfin Dewi Sudanto terlihat santai. Dia mengenakan kaus oblong dan celana jins pendek. Dalam ruangan tersebut, terpampang banner Erfin dengan pose gagah yang menandakan dirinya sebagai caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Bacaan Lainnya

Kepada Jawa Pos Radar Ijen, Erfin menceritakan keseriusannya yang ingin menjual ginjalnya kepada orang lain. Meski, tindakan tersebut berisiko tinggi terhadap kesehatan serta ada konsekuensi hukum.

Erfin mengaku sudah tidak ada lagi cara untuk mendapatkan uang agar melanjutkan pencalonannya sebagai caleg DPRD Bondowoso dari PAN.

’’Mungkin tidak ada orang yang rela mengorbankan jiwa raganya untuk kepentingan umum. Mau bagaimana lagi, saya sudah tidak ada uang untuk modal kampanye,’’ ungkap pria yang tinggal di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang, tersebut.

Pria dengan satu istri dan empat anak itu merupakan tamatan SMA PGRI 2 Bondowoso. Dia mengaku ada niat merelakan ginjalnya untuk dijual sejak 2021.

Baca Juga :  Begini Sepak Terjang Mafia Tanah Hadapi Banjir Gugatan

Saat itu, dia mencalonkan diri sebagai Kades di Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang. Sayangnya, saat itu banyak warga yang tidak tahu karena tidak tercium oleh media. ’’Cuma, saat itu belum terungkap,’’ katanya.

Saat ditanya soal keberaniannya menjual ginjal dengan risiko terhadap kesehatannya, dia meyakini bahwa kesehatan manusia sudah diatur Tuhan.

’’Itu menurut akal manusia kan, tapi beda kan kalau Yang Maha Kuasa sudah berkehendak. Seperti teman saya di angkatan, sampai sekarang hidup sehat dengan satu ginjal,’’ ungkapnya.

Demi membuktikan keseriusannya, Erfin menantang kepada wartawan untuk membawakan calon pembeli ginjalnya. Dia akan menjual ginjalnya asal sesuai dengan kriteria yang dia inginkan.

’’Silakan bawakan kepada saya calon pembeli. Kalau cocok, pasti akan saya jual kok. Saya memang serius menjual ginjal,’’ jelasnya.

Erfin juga mengaku sudah ada tiga calon pembeli yang menghubunginya. Namun, semuanya ditolak lantaran tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkannya. ’’Ada kriterianya, seperti rutin menyumbangkan hartanya kepada anak yatim, kaum duafa, dan janda tua. Juga, ada lagi persyaratan lainnya,’’ katanya.



Pos terkait