Fokus Pilpres, Mahfud MD Dikabarkan Berniat Mundur dari Kabinet

menko polhukam mahfud md miftahul hayat 7
Menko Polhukam Mahfud MD (Miftahul Hayat/Jawa Pos

Radarsampit.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan akan mundur dari kabinet Jokowi. Namun, Mahfud belum menjawab secara jelas kapan hal itu akan dilaksanakan.

“Pada saat yang tepat, saya akan mengundurkan diri secara baik-baik,” jelas Mahfud seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu disampaikan Mahfud saat acara Tabrak Prof di Semarang, Selasa (23/1/2024) malam. Acara itu adalah forum yang dibuat Mahfud untuk berdiskusi santai dan menjawab pertanyaan masyarakat. Dalam forum itu, ada warga Semarang yang menanyakan soal jabatan Mahfud di kabinet.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo, capres nomor urut 3, memang menyatakan telah berdiskusi dengan Mahfud. Ganjar menyarankan agar Mahfud mundur dari kabinet. Tujuannya, pilpres bisa berjalan dengan fair dan menghindari potensi conflict of interest.

Mahfud membenarkan bahwa dirinya sudah berdiskusi dengan Ganjar mengenai rencana mundur dari kabinet. “Yang disampaikan oleh Pak Ganjar kepada publik sore ini (kemarin) adalah kesepakatan saya dengan Pak Ganjar sejak awal. Bahwa saya pada saat yang tepat nanti, pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik,” terang Mahfud.

Baca Juga :  Sengitnya Perebutan Suara Rakyat, Ada yang Diduga Jor-joran Tebar Uang

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mengangkatnya sebagai Menko Polhukam sejak 4,5 tahun lalu. Sehingga dia bisa menyampaikan aspirasinya untuk kepentingan rakyat.

Pejabat asal Madura itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan fasilitas negara selama tiga bulan terakhir berkeliling ke daerah untuk sosialisasi. Menurut dia, seorang pemimpin harus paham etika agar tidak ditiru oleh yang lain.

Mahfud juga mengimbau kepada pemimpin pemda agar tidak menjemputnya ketika melakukan kunjungan. “Tidak perlu dijemput, minta pengamanan saja. Fenomenanya kalau dekat dengan lawan politisi bisa segera dipindah (jabatannya),” imbuhnya. (jpg)



Pos terkait