Gelombang Mulai Tinggi, BMKG Minta Operator Pelayaran Waspada

open ekonomi
PELAYARAN : Penumpang bergantian masuk ke dalam kapal yang bersandar di pelabuhan Panglima Utar Kumai, Pangkalan Bun, belum lama ini. (ISTIMEWA/RADAR PANGKALAN BUN)

PANGKALAN BUN, radarsampit.com – Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi bagi pelayaran kapal penumpang tujuan Kumai-Surabaya.

Peringatan dini dikeluarkan untuk kewaspadaan tingginya gelombang di perairan Jawa Tengah yang mencapai 1,5 meter sampai 2,5 meter, sementara untuk perairan Jawa Timur ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0.5-1.3 meter, laut Jawa bagian Timur antara 0.5-1.8 meter dan S. Hindia Selatan Jatim antara 1.5-3.0 meter, per 15 Maret 2024.

Bacaan Lainnya

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Iskandar Pangkalan Bun, Nur Setiawan mengatakan tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi perairan Laut Jawa bagian tengah, perairan Karimun Jawa, Perairan Brebes-Pemalang, perairan Pekalongan – Kendal, perairan Semarang-Demak, dan perairan Jepara serta perairan Pati – Rembang.

Baca Juga :  PT GSDI-GSYM Jalankan Program Pencegahan Kekerasan Pada Anak

“Waspada tinggi gelombang lebih dari 2.5 m di Perairan selatan Jatim dan S. Hindia selatan Jatim,” tegasnya, Jumat (15/3).

Menurutnya berdasarkan prakiraan kondisi cuaca maritim di Jawa Timur arah angin di laut Jawa didominasi dari arah Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum di laut Jawa bagian timur sebesar 23 knot (42 km/jam), dan di S. Hindia selatan Jatim didominasi dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin maksimum sebesar 29 knot (62 km/jam).

Ia meminta agar diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap senantiasa waspada.

“Untuk kapal penumpang dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai menuju Tanjung Mas Semarang dan Tanjung Perak Surabaya baik DLU maupun Pelni agar waspada terhadap gelombang tinggi,” bebernya.

Sementara itu, untuk wilayah perairan Kumai masih ada nelayan yang pergi melaut, namun demikian waspada jika terjadi hujan lebat di laut. (tyo/fm)

 



Pos terkait