Hanya Sekolah di Zona Hijau yang Boleh PTM

zona hijau penyebaran Covid-19
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi

SAMPIT – Sekolah yang berada di zona hijau penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah mulai melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Kurang lebih ada 484 sekolah yang melaksanakan PTM.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Suparmadi mengatakan, status setiap desa dan kelurahan di setiap kecamatan berbeda-beda, mulai dari zona merah, oranye, kuning, dan hijau.

Bacaan Lainnya

“PTM bisa dilakukan dengan melihat zona wilayahnya. Kalau zona merah, tidak ada tawar-memawar. Belum boleh tatap muka,” tegasnya.

Disampaikannya, tiap sesi yang belajar hanya 50 persen dari jumlah siswa. Ruang belajar disterilkan dengan disinfektan. Jarak bangku belajar diatur agar siswa bisa jaga jarak.

Pihak sekolah juga wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Setiap shift pertama selesai, ruangan disemprot disinfektan, lalu dilanjutkan shift kedua. Selama kegiatan PTM, dikontrol Satgas Covid-19 yang ada di sekolah.

Baca Juga :  Gara-gara Ini, Lokasi Upacara HUT RI di Kotim Tak Lagi di Stadion

Pihaknya juga tidak segan untuk menghentikan kegiatan PTM jika ada  warga sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Bila ada satu saja ditemukan terpapar, maka PTM di sekolah harus segera dihentikan,” tuturnya.

Suparmadi berharap pada tahun ajaran baru, semua sekolah di Kotim bisa segera melaksanakan PTM. Dirinya menilai belajar tatap muka menjadi kebutuhan yang belum bisa digantikan sepenuhnya oleh belajar dalam jaringan atau online.

“Pembelajaran tatap muka ini sangat efektif. Terutama dalam mengajarkan pendidikan karakter dan akhlak pada peserta didik,” imbuhnya.

Sementara itu dari 303 tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 113 melakukan PTM. Dari 368 SD, sebanyak 284 SD melakukan PTM. Sedangkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari 108 sekolah, sebanyak 87 sudah melakukan PTM. (yn/yit) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.