Harga Ayam Potong Turun, Hasil Perikanan Masih Tinggi

HARGA-AYAM
PASAR: Aktivitas jual beli di PPM Sampit. (YUNI/RADAR SAMPIT)

SAMPIT – Setelah mengalami kenaikan harga selama musim Lebaran, harga daging ayam di Kota Sampit berangsur turun. Meskipun harga per kilogramnya belum dapat dikatakan normal, harga daging ayam tercatat sebesar Rp 40 ribu/Kg.

Menurut sejumlah pedagang di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, kenaikan harga daging ayam selama Lebaran sudah biasa terjadi. Terutama memasuki sepekan sebelum Lebaran hingga H-1. Saat itu per kilogramnya mencapai Rp 60 ribu. Namun, berangsur turun setelah momentum hari besar tersebut.

Bacaan Lainnya

”Sudah mulai turun. Lebaran tadi Rp 60 ribu/Kg, setelah Lebaran turun Rp 58 ribu, Rp 55 ribu, Rp 50 ribu, Rp 48 ribu, Rp 42 ribu, sampai sekarang masih Rp 40 ribu/Kg,” kata Lily, pedagang di PPM Sampit, Minggu (15/5).

Menurutnya, jika tidak terkendala pasokan ayam pedaging, kemungkinan harga daging ayam akan terus turun hingga berada di harga normalnya. Jika tidak ada momentum hari besar seperti Lebaran, pada hari biasa harga  ayam normalnya berkisar antara Rp 30 ribu – Rp 35 ribu/Kg.

Baca Juga :  Cara Radar Sampit Merayakan HUT RI di Tengah Pandemi

Berbeda dengan ayam, harga komoditas hasil perikanan masih cukup tinggi. Melonjaknya harga di tingkat pedagang dipengaruhi stok yang terbatas, karena belum semua nelayan lokal pergi melaut setelah libur panjang Idulfitri 1443 H/2022.

”Belum banyak nelayan yang melaut. Masih banyak yang libur,” kata salah satu pedagang di Kota Sampit.

Untuk komoditas laut, seperti udang dan cumi, bahkan tidak banyak pedagang yang berjualan. Pedagang memperkirakan kondisi ini akan berlangsung hingga satu bulan pasca-Lebaran.

Pos terkait